Home Berita Internasional Trump Dukung Paxton Kalahkan Cornyn di Texas

Trump Dukung Paxton Kalahkan Cornyn di Texas

Sumbawanews.com,- Texas Attorney General Ken Paxton, didukung penuh oleh mantan Presiden Donald Trump, memenangkan putaran kedua pemilihan primer Partai Republik untuk kursi Senat AS, mengalahkan senator empat periode John Cornyn dalam sebuah kejutan politik yang mengguncang elit partai. Hasil yang langsung diumumkan Fox News dan CNN setelah pemungutan suara ditutup pada Selasa, menandai salah satu kekalahan paling signifikan bagi kandidat incumbent yang dianggap mapan dalam sejarah politik Texas.

Cornyn, yang telah duduk di Senat sejak 2002 dan pernah menjabat sebagai whip Partai Republik, awalnya diunggulkan berkat jaringan donatur besar dan dukungan dari pimpinan partai di Washington. Namun, ia gagal menarik simpati basis Trump—terutama setelah ia dianggap terlalu kritis terhadap sang mantan presiden dan mendukung undang-undang senjata bipartisan pasca penembakan massal di Uvalde tahun 2022. Sementara itu, Paxton membangun citra sebagai salah satu sekutu paling setia Trump, memanfaatkan loyalitas basis konservatif yang semakin radikal.

Dengan dukungan Trump, Paxton menjadi kandidat Republikan pertama dari Texas yang berhasil menggulingkan senator incumbent dalam pemilihan primer partai. Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri karier politik Cornyn di Senat—yang kemungkinan besar akan berakhir tahun depan—tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa kekuasaan Trump di dalam Partai Republik belum surut, bahkan semakin mengakar.

“Malam ini, kita membuat sejarah,” ujar Paxton di hadapan pendukungnya yang bergemuruh, sambil menyanjung endorsement Trump sebagai “kekuatan paling berpengaruh dalam politik.”

Namun, kemenangan ini datang dengan beban berat. Paxton, 63, telah lama terlibat dalam skandal hukum dan etika: diimpeachment oleh Dewan Perwakilan Texas pada 2023 atas tuduhan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang, menghadapi tuduhan perbuatan tidak senonoh, serta perceraiannya yang menjadi sorotan media. Meski akhirnya divonis tidak bersalah oleh Senat Texas, ia tetap menolak semua tuduhan itu sebagai serangan politik yang terencana.

Kini, Paxton akan menghadapi calon Demokrat James Talarico, wakil rakyat negara bagian berusia 37 tahun yang berhasil menarik suara moderat dan independen. Kedua kandidat bersaing ketat dalam pemilihan umum November mendatang—sebuah pertarungan yang diprediksi akan menentukan siapa yang mengendalikan Senat AS.

Dokumen internal kampanye Republikan tahun lalu memperingatkan bahwa nominasi Paxton bisa membuka pintu bagi Demokrat untuk merebut Texas, sebuah negara bagian yang selama puluhan tahun dianggap sebagai benteng Republik. “Jika kita kehilangan negara bagian ini, kita kehilangan negara ini,” peringat Paxton dalam pidatonya, seraya meminta para pendukungnya untuk segera menyumbang, karena ia memprediksi Talarico akan mengumpulkan dana lebih besar daripada kandidat Demokrat mana pun dalam sejarah.

Tak lama setelah Paxton dinyatakan menang, Talarico langsung menyerangnya di media sosial: “Dia adalah politikus paling korup di Amerika,” tulisnya di X. “Dia mewujudkan sistem yang hancur yang sedang kita lawan.” Ia juga mengajak para pendukung Cornyn untuk bergabung dengan kampanyenya: “Kalian punya tempat di kampanye kami.”

Pertarungan antara Paxton dan Talarico bukan sekadar kontes politik biasa—ia adalah ujian bagi masa depan Partai Republik, kekuatan Trump, dan kemampuan Texas untuk tetap menjadi bastion konservatif di tengah perubahan demografis dan politik yang tak terelakkan.

Previous articleJemaah Haji Tiba di Mina, Siap Hadapi Puncak Ibadah
Next article**Buku Sejarah Nasional Siap Rilis Agustus**
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik