Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas membantah memiliki keterlibatan dalam rencana FIFA menjual saham Piala Dunia. Dalam pernyataan resmi di Camp David pada Jumat malam, 31 Juli 2026, waktu setempat, Trump menyatakan bahwa ia tidak pernah diajak berdiskusi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino terkait proposal pendirian FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan yang rencananya akan mengelola komersialisasi turnamen global tersebut.
Wacana penjualan saham FFE sempat memicu gejolak di dunia sepakbola, terutama setelah muncul informasi bahwa perusahaan Thrive Eternal—milik Joshua Kushner, menantu Trump—diduga menjadi pemimpin kelompok investor. Selain itu, Greg Maffei, penasihat komersial FIFA dan penyumbang besar kampanye Trump, juga disebut terlibat dalam perencanaan ini. Namun, Trump menegaskan bahwa ia sama sekali tidak dilibatkan dalam proses apa pun terkait proposal tersebut.
Respons Trump datang setelah tekanan kuat dari konfederasi sepakbola regional seperti UEFA dan CONCACAF yang menolak rencana komersialisasi Piala Dunia. Menyusul penolakan luas itu, FIFA resmi membatalkan proyek FFE pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pagi waktu Indonesia.
Hubungan pribadi antara Trump dan Infantino yang dikenal dekat, terutama menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di AS, Kanada, dan Meksiko, sempat memicu spekulasi bahwa sang presiden AS mungkin memiliki peran strategis. Namun, klarifikasi langsung dari Trump menutup semua asumsi tersebut, menegaskan bahwa tidak ada pembahasan resmi antara dirinya dan pimpinan FIFA mengenai penjualan saham turnamen paling bergengsi di dunia.















