Sumbawanews.com,- Jakarta – Tottenham Hotspur tak lagi bermain aman di bursa transfer musim panas ini. Setelah finish di posisi ke-17 Premier League musim lalu—nyaris terdegradasi—manajemen Spurs bergerak cepat dan tegas untuk membangun kembali timnya dengan serius.
Sejauh ini, klub asal London itu telah mengamankan empat pemain baru. Bek Jan Paul van Hecke didatangkan dari Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer sebesar 52 juta poundsterling. Sementara tiga pemain lainnya—kiper Martin Dubravka, bek kiri Andy Robertson, dan bek Marcos Senesi—bergabung secara gratis setelah kontraknya habis dengan klub sebelumnya.
Namun, upaya perbaikan belum berhenti di situ. Salah satu target utama kini adalah gelandang Newcastle United, Sandro Tonali. Pelatih Spurs, Roberto de Zerbi, melihat Tonali sebagai kunci strategis untuk memperkuat lini tengah dan mengembalikan ambisi kompetitif tim. Pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan terbuka untuk bergabung, asalkan Newcastle bersedia melepaskannya.
Newcastle sebelumnya menolak tawaran senilai 80 juta pound dari Tottenham, tetapi kini tekanan untuk menyelesaikan kesepakatan kembali meningkat. Mantan kapten Liverpool, Jamie Carragher, menilai gerakan Spurs sebagai sinyal jelas bahwa klub ingin keluar dari zona aman dan kembali bersaing di puncak klasemen.
“De Zerbi bukan tipe pelatih yang puas hanya bertahan di tengah klasemen,” kata Carragher dalam wawancara dengan Sky Sports. “Dia ingin Tottenham kembali menjadi tim yang menantang gelar juara Liga Champions. Dia sudah membuktikan kemampuannya di awal kepelatihannya, dan sekarang dia sedang mengumpulkan pemain-pemain berkualitas untuk mengejar mimpi itu.”
Rekrutmen dini yang masif, termasuk kejaran terhadap Tonali, menunjukkan perubahan budaya di klub. Jika sebelumnya Spurs dikenal konservatif dan lambat dalam transfer, kini mereka berubah menjadi tim yang proaktif, bahkan agresif, dalam membangun masa depan.
Dengan pramusim yang segera dimulai, seluruh pilar baru harus segera terintegrasi. Bagi Tottenham, bukan lagi soal bertahan—tapi soal bangkit.















