Home Berita Nasional Tokoh Persis KH Maman Abdurrahman Meninggal Dunia

Tokoh Persis KH Maman Abdurrahman Meninggal Dunia

Sumbawanews.com,- KH Maman Abdurrahman, tokoh sentral Persatuan Islam (PP Persis) dan Ketua Umum periode 2010–2015, meninggal dunia pada Minggu, 21 Juni 2026, di Jakarta. Kabar duka ini dikonfirmasi melalui akun resmi Instagram PP Persis @infopersis, yang menyampaikan takziah atas kepergiannya sekaligus mengenang perannya sebagai Ketua Majelis Penasihat PP Persis masa Jihad 2022–2027.

Dalam pernyataannya, PP Persis berdoa agar Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. “Beliau bukan sekadar pemimpin, tapi sosok yang menghidupkan semangat dakwah dengan ketulusan dan kearifan,” demikian bunyi pesan resmi itu.

Kepala Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyampaikan duka mendalam. Ia menggambarkan KH Maman sebagai figur yang langka—seorang ulama yang mampu menjembatani berbagai organisasi Islam dengan kedalaman pemikiran dan kehangatan hubungan pribadi. “Saya sudah puluhan tahun berdiskusi, bersilaturahmi, bahkan berdebat dengan beliau. Bukan hanya karena jabatannya, tapi karena kejujuran intelektual dan kesederhanaan hidupnya,” ujar Haedar, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Haedar menekankan, kepergian KH Maman bukan hanya kehilangan bagi Persis, tetapi bagi seluruh gerakan pembaruan Islam di Indonesia. “Beliau adalah contoh nyata bahwa perbedaan organisasi tidak harus menjadi penghalang kerja sama. Justru beliau membuktikan bahwa persatuan dalam kebenaran adalah jalan dakwah yang paling kuat.”

Ia juga menyerukan agar semangat perjuangan almarhum dilanjutkan oleh keluarganya, khususnya oleh putranya, Prof. Hilman Latief, yang kini aktif dalam berbagai lembaga keislaman dan pendidikan. “Perjuangan beliau bukan hanya soal organisasi, tapi soal karakter—keberanian berbicara kebenaran, kesabaran dalam dialog, dan keteguhan dalam prinsip. Itu yang harus diwariskan.”

Dikenal sebagai sosok yang luwes dalam komunikasi, KH Maman Abdurrahman tak hanya dihormati di kalangan Persis, tetapi juga di lingkungan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga organisasi keislaman modern. Ia dikenal mampu membangun jembatan antara tradisi dan modernitas, antara kekuatan spiritual dan kebutuhan sosial.

Kepemimpinannya di PP Persis pada 2010–2015 dianggap sebagai masa transisi penting, di mana organisasi yang berakar pada gerakan pemurnian ajaran Islam mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Ia juga aktif dalam berbagai forum kebangsaan, sering menjadi narasumber dalam diskusi tentang peran ulama dalam demokrasi dan keberagaman.

Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Jakarta, setelah salat jenazah yang akan diikuti oleh ribuan tokoh dari berbagai latar belakang keislaman. Banyak yang menyebut kepergiannya sebagai penutup sebuah era—era di mana ulama bukan hanya menjadi penjaga ajaran, tetapi juga arsitek dialog, pemersatu, dan teladan ketulusan.

Semoga Allah memberikan husnul khatimah, mengampuni segala kekhilafannya, dan menjadikan jejaknya sebagai cahaya yang terus menerangi jalan dakwah di tanah air.

Previous articleKader Gerindra Zeng Wei Jian Meninggal Dunia di RS Siloam
Next articlePemerintah Buka Beasiswa S3 untuk Dosen Seluruh Indonesia
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.