Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan bahwa timnya tidak puas hanya sampai babak perempat final Piala Dunia 2026. Menjelang laga kontra Prancis yang akan berlangsung Jumat (10/7) dini hari, Ouahbi menekankan ambisi penuh skuad Singa Atlas untuk meraih trofi tertinggi di turnamen tersebut. Maroko telah melaju ke putaran delapan besar setelah mengalahkan Kanada 2-1 di babak 16 besar, dan kini siap menghadapi tantangan terberat: tim juara bertahan Prancis.
Ouahbi menolak segala pujian yang menganggap pencapaian Maroko hingga tahap ini sudah cukup luar biasa. Dalam konferensi pers, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan terlena oleh narasi sebagai tim kejutan. “Kami akan melakukan evaluasi setelah turnamen selesai. Saya tidak ingin mengatakan apa pun sekarang karena kami masih bisa meraih sesuatu yang lebih besar,” ujarnya. Ia menekankan bahwa satu-satunya hadiah yang diinginkan adalah gelar juara dunia, bukan sekadar melangkah jauh.
Meski mengakui Prancis sebagai favorit, Ouahbi menegaskan bahwa mentalitas timnya tidak berubah sejak awal turnamen. “Bonus yang sebenarnya adalah menjadi juara Piala Dunia. Dengan mentalitas seperti itulah kami bisa melangkah sejauh ini, dan dengan mentalitas yang sama kami ingin terus melangkah lebih jauh.” Laga ini menjadi ulangan dramatis dari semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana Maroko gagal melanjutkan perjalanan bersejarahnya setelah dikalahkan Prancis. Kali ini, mereka datang bukan sebagai underdog, tapi sebagai tim yang percaya diri dan siap menuntaskan mimpi besar.
Pertandingan antara Maroko dan Prancis akan digelar di stadion yang sama seperti pertandingan sebelumnya, dengan seluruh skuad Maroko fokus pada taktik, disiplin, dan semangat juang yang telah membawa mereka menembus delapan besar. Tidak ada ruang untuk kompromi—hanya satu tujuan: melangkah ke semifinal, lalu ke final, dan akhirnya, mengangkat Piala Dunia 2026.















