Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia dikalahkan 0-3 oleh Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, pada Senin (4/8) malam, mengakhiri harapan lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Gol-gol Vietnam dicetak secara terpisah oleh pemain berbeda, tanpa ada yang mencatatkan hattrick, dan memperlihatkan dominasi penuh tim tamu sepanjang 90 menit. Kekalahan ini menjadi hasil terburuk Indonesia dalam ajang Piala AFF sejak 2020, sekaligus pertama kalinya Vietnam menghajar Tim Merah Putih dengan selisih tiga gol.
Performa Indonesia jauh dari harapan, dengan lini pertahanan mudah ditembus dan serangan yang kehilangan ketajaman. Pelatih John Herdman secara terbuka mengakui perbedaan kelas antara kedua tim, mengakui bahwa timnya kalah dalam segala aspek — dari taktik, intensitas, hingga eksekusi. Kekalahan ini mengulang trauma lama: terakhir kali Indonesia kalah dengan margin tiga gol atau lebih di ajang SEA Games atau Piala AFF adalah pada leg pertama final 2020, saat dikalahkan Thailand 0-4.
Sebelumnya, Indonesia pernah mengalami kekalahan telak tiga gol atau lebih tiga kali di Piala AFF: dua kali dari Thailand (1-4 pada fase grup dan final 2000, serta 0-3 pada final 2010), sekali dari Malaysia (0-3 pada final 2010), dan sekali dari Filipina (0-4 pada fase grup 2014). Namun, ini adalah pertama kalinya Vietnam menjadi tim yang menghancurkan Indonesia dengan skor 3-0, menandai pergeseran dinamika persaingan di kawasan.
Dengan kekalahan ini, Indonesia terancam tersingkir lebih awal dari turnamen, sementara Vietnam hampir pasti melangkah ke semifinal. Kekalahan ini bukan hanya soal angka, tapi juga menggambarkan jarak yang semakin lebar antara Timnas Indonesia dan tim-tim teratas Asia Tenggara.















