Sumbawanews.com,- Sebelum laga pertama dimulai, Timnas Indonesia telah mencatatkan sejarah baru di Piala AFF 2026 dengan menurunkan 11 pemain naturalisasi dalam skuad resmi. Keputusan ini menjadi jumlah terbanyak dalam sejarah turnamen sepak bola Asia Tenggara itu, sekaligus menandai lompatan besar dalam strategi pembangunan tim di bawah arahan pelatih John Herdman.
Skuad Garuda yang diumumkan resmi mencatatkan nama Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Tim Geypens, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Thom Haye, Marc Klok, Ragnar Oratmangoen, dan Jens Raven sebagai pemain naturalisasi. Dari sebelas nama tersebut, hanya Jordi Amat dan Marc Klok yang pernah bermain di Piala AFF sebelumnya, yakni pada edisi 2022. Sembilan lainnya akan menjalani debut di ajang ini, membawa kebaruan dan kekuatan teknis yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah keikutsertaan Indonesia.
Rekor ini memecahkan catatan sebelumnya, di mana pada Piala AFF 2024 Indonesia hanya diperkuat satu naturalisasi, Rafael Struick, sementara pada 2022 jumlahnya tiga orang. Sejak edisi pertama turnamen hingga 2024, jumlah naturalisasi selalu terbatas karena sifat turnamen yang tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemain. Kini, dengan keberanian kebijakan PSSI dan dukungan penuh dari pelatih Herdman, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengirimkan lebih dari sepuluh pemain naturalisasi dalam satu turnamen.
Kehadiran para pemain ini tidak hanya memperkuat lini tengah dan belakang, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang untuk membangun tim yang kompetitif di level regional. Meski laga pembuka belum dimulai, keputusan ini telah memicu perbincangan luas di kalangan penggemar, media, dan analis sepak bola regional, yang mulai memandang Timnas Indonesia sebagai kandidat serius untuk bersaing di puncak klasemen.















