Sumbawanews.com,- Pengguna di seluruh dunia tidak lagi dapat mengunduh aplikasi Telegram melalui App Store Apple, sejak Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 01.00 GMT. Laporan dari pengguna menunjukkan aplikasi perpesanan yang mengklaim memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan itu telah menghilang dari toko aplikasi Apple secara serentak tanpa penjelasan resmi. Penghapusan ini terjadi di tengah tekanan regulasi internasional terhadap Telegram, termasuk proses hukum dari regulator telekomunikasi Australia yang menuduh platform itu gagal menghapus konten pro-teroris, serta tindakan Rusia yang telah menetapkan pendiri Telegram, Pavel Durov, sebagai buronan dengan tuduhan membantu terorisme. Durov, yang tinggal di luar Rusia sejak 2014, menegaskan ia dimasukkan dalam daftar teroris karena menolak tuntutan pengawasan dan sensor massal terhadap platform Telegram.















