Home Serba Serbi Tekno Teknologi Akustik Tingkatkan Hasil Panen Tanaman Tanpa Kimia atau Rekayasa Genetik

Teknologi Akustik Tingkatkan Hasil Panen Tanaman Tanpa Kimia atau Rekayasa Genetik

Sumbawanews.com,- Pada 30 Juli 2026, perusahaan teknologi pertanian Haivya Inc. mengumumkan temuan inovatif yang memanfaatkan sinyal akustik terstruktur untuk mengendalikan pertumbuhan dan produksi tanaman secara non-invasif. Platform bernama Bioacoustic Cultivation and Communication Protocol (BCCP) yang dikembangkan perusahaan asal California, AS, itu mampu meningkatkan hasil panen hingga lebih dari 100 persen tergantung spesies, tanpa menggunakan bahan kimia atau modifikasi genetik. Uji coba terhadap tujuh spesies tanaman dari empat keluarga menunjukkan peningkatan signifikan dalam biomassa, jumlah bunga premium, dan efisiensi air, serta mempercepat siklus pertumbuhan hingga 14,2 persen. Setiap modul BCCP dapat mencakup area 2,3 meter persegi dan telah diajukan untuk paten.

Penelitian yang dipublikasikan dalam makalah *pre-print* membuktikan bahwa tanaman dengan genetika identik yang terpapar dua protokol BCCP berbeda menghasilkan output yang berbeda dan dapat diprediksi. Salah satu protokol meningkatkan hasil panen sebesar 42 persen dibanding kelompok kontrol, sementara protokol lainnya mampu meningkatkan hasil hingga 59 persen, memperpendek siklus tanam, dan mengurangi konsumsi air per gram output. Peningkatan ini didukung oleh perkembangan sistem perakaran yang lebih kuat dan percabangan lateral yang lebih banyak sejak tahap awal pertumbuhan.

Dalam uji coba terhadap 100 tanaman, perlakuan BCCP meningkatkan skor perakaran sebesar 25,6 persen pada satu kultivar. Pada uji validasi terhadap 36 tanaman, tanaman yang terpapar BCCP menghasilkan 90 persen lebih banyak biomassa yang bisa dijual dan 120,9 persen lebih banyak bunga premium dibanding kelompok kontrol. Di kacang kedelai, jumlah polong meningkat 46 persen; pada basil, biomassa naik 45,6 persen; dan pada cabai jalapeno, hasil buah melonjak 171 persen. Haivya juga berhasil mengaktifkan ekspresi antosianin—pigmen antioksidan bernilai ekonomi—pada sejumlah tanaman komoditas tinggi, termasuk cabai bell, hanya dengan mengubah konfigurasi protokol akustik.

Founder dan ketua tim ilmuwan Haivya, Andrea Ott-Dahl, menyatakan bahwa platform ini bukan sekadar stimulasi, melainkan sistem biologis yang bisa diprogram untuk mengarahkan hasil spesifik. COO Haivya, Keston Ott-Dahl, menilai BCCP berpotensi menjadi salah satu teknologi optimasi tanaman non-genetik paling signifikan sejak era bioteknologi modern. Temuan ini menawarkan solusi bagi petani dengan panenan yang lebih teratur, prediktif, dan hemat sumber daya.

Previous articleBarcelona Terancam Gagal Rekrut Eli Kroupi Usai Cedera Parah
Next articleDemi Hadapi Indonesia, Vietnam Pertimbangkan Rotasi Pemain Lawan Singapura