Home Serba Serbi Tekno TCL A65K Soundbar: Kompak, Cerdas, dan Harga Terjangkau

TCL A65K Soundbar: Kompak, Cerdas, dan Harga Terjangkau

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya soundbar berukuran besar dan harga selangit, TCL A65K hadir sebagai solusi cerdas bagi penghuni apartemen atau ruang terbatas yang tetap menginginkan kualitas suara yang hidup. Dengan desain ramping berbentuk pensil, panjang 35 inci dan tinggi hanya dua inci, soundbar ini menawarkan daya 460 watt—dilengkapi subwoofer berukuran 14×14 inci—tanpa memakan ruang berlebihan. Di pasaran, harga resminya $699, tapi kini tersedia di Amazon dengan diskon hingga $400, menjadikannya pilihan menarik di kelas menengah.

Salah satu keunggulan utama A65K adalah fitur AI Sonic, yang secara otomatis menyesuaikan output suara berdasarkan bentuk dan ukuran ruangan. Dengan memindai ruang lewat mikrofon ponsel, sistem ini mampu memperkaya kedalaman suara, membuat musik akustik seperti album live Manchester Orchestra terdengar hangat dan jernih. Vokal dan gitar akustik terdengar terpisah dengan jelas, bahkan pada lagu-lagu kompleks seperti “Capital Karma” yang memadukan nada tinggi dan bass rendah.

Namun, keunggulan ini tidak serta-merta mengatasi keterbatasan fisiknya. Sebagai soundbar kompak, A65K tidak mampu menghasilkan efek surround yang imersif seperti yang dijanjikan oleh driver up-firing Dolby Atmos-nya. Dalam film seperti *Unbroken* atau *Predator: Badlands*, suara helikopter atau dentuman spears tak terasa datang dari atas, melainkan tetap terbatas pada area depan. Meski begitu, untuk harga sekitar separuh dari Sonos Arc Ultra atau Focal Mu-So Hekla, performa ini tetap bisa diterima—terutama jika Anda tidak mengandalkan pengalaman bioskop di rumah.

Untuk musik pop dan rock, A65K menunjukkan sisi terbaiknya. Bass dari subwoofernya mampu memberi daya ledakan pada lagu-lagu seperti “Want Want” milik Maggie Rogers atau “Spangled” dari Fust, dengan dentuman yang menggoyang tanpa mengaburkan detail instrumen. Meski beberapa trek padat seperti karya Snail Mail terdengar sedikit kusam akibat kepadatan instrumen, suara synth dan vokal tetap tajam. Fitur voice enhancement di aplikasi TCL Home juga membantu memperjelas dialog saat menonton serial Netflix seperti *The Boroughs* atau film *Good Luck, Have Fun, Don’t Die*, di mana suara karakter sempat tertutup oleh musik.

Dalam gaming, A65K cukup memuaskan untuk judul-judul seperti *Halo: Infinite*, di mana ledakan dan tembakan laser terdengar dari beberapa arah. Namun, untuk game yang lebih menuntut spatial audio seperti *Forza Horizon 6*, suara tetap terasa tipis dan kurang ruang. Untuk olahraga, suara komentator jelas, tapi gemuruh penonton terdengar samar, seperti suara latar yang dipadatkan. Berita lokal pun terdengar tajam—bukti bahwa driver internalnya dirancang dengan baik untuk kejelasan vokal.

Desainnya pun ramah pengguna: ringan (hanya 2,5 pon untuk soundbar, 12 pon untuk subwoofer), mudah dipindah-pindah, dan dilengkapi bracket dinding bawaan. Konektivitas mencakup HDMI, Bluetooth, dan port USB-A—meski keberadaan USB-A di era USB-C terasa ketinggalan zaman. Aplikasi TCL Home memang membantu menyesuaikan suara, tapi tidak otomatis; pengguna harus manual mengatur channel tengah, subwoofer, dan efek suara. Remote yang disertakan sederhana, tapi cukup fungsional.

TCL A65K bukanlah soundbar untuk audiofil yang mengejar kesempurnaan. Tapi untuk mereka yang ingin kualitas suara yang hidup, fitur cerdas, dan desain ramping tanpa menguras dompet, ini adalah pilihan yang sangat masuk akal. Di tengah hiruk-pikuk teknologi audio yang semakin besar dan mahal, A65K membuktikan bahwa kecerdasan dan efisiensi bisa lebih berharga daripada ukuran.

Previous articleDiskusi di UGM Meledak, Tiga Menteri Diadang Mahasiswa
Next articleFox Kuasai Roku, Penguasa TV Streaming Dunia
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.