Home Berita Olah Raga Suporter Iran Berbalik Badan Saat Lagu Kebangsaan Diputar di Piala Dunia 2026

Suporter Iran Berbalik Badan Saat Lagu Kebangsaan Diputar di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pertandingan antara Iran dan Mesir di Piala Dunia 2026 berakhir imbang 1-1, tapi momen paling mencengangkan terjadi sebelum bola menggelinding. Saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan, sejumlah suporter di tribun justru mencemooh dan membelakangi lapangan—sebuah aksi protes terbuka terhadap pemerintahan Republik Islam Iran.

Aksi tersebut bukan sekadar reaksi emosional pasca hasil pertandingan yang membuat harapan Iran lolos ke babak 16 besar semakin tipis. Ini adalah ekspresi politik yang telah lama mengakar di kalangan warga Iran di luar negeri. Survei yang dirilis Iran International, seperti dikutip Mirror, menunjukkan hanya sekitar 20 persen responden yang mendukung kelangsungan sistem pemerintahan saat ini, sementara mayoritas menginginkan perubahan sistem politik melalui berbagai skema transisi.

Meski otoritas Amerika Serikat melarang bendera Iran era sebelum revolusi 1979 masuk ke stadion, bendera tersebut tetap berkibar di beberapa tribun tanpa intervensi petugas keamanan. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya simbolisme politik di balik sepak bola—di mana lapangan hijau menjadi panggung bagi perlawanan diam-diam.

Pelatih dan pemain Tim Melli, termasuk kapten senior Alireza Jahanbakhsh, menanggapi aksi ini dengan sikap toleran. “Kami bermain untuk semua orang Iran—di dalam dan di luar negeri, dengan ideologi apa pun yang mereka pegang,” ujar Jahanbakhsh. “Kami menghormati mereka semua. Yang terpenting adalah kami memberikan yang terbaik di lapangan, agar mereka bisa bangga.”

Meski hasil imbang membuat Iran harus menunggu hasil laga lain untuk menentukan nasibnya sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik, aksi para suporter justru menjadi sorotan utama. Di tengah kekalahan politik di rumah, sepak bola menjadi satu-satunya ruang di mana suara protes bisa terdengar—tanpa mic, tanpa mic, tanpa takut.

Lagu kebangsaan yang seharusnya menyatukan justru memperdalam perpecahan. Dan di tengah sorak-sorai Mesir yang merayakan kelolosan mereka, suara-suara sunyi di tribun Iran berbicara lebih keras daripada apapun yang bisa diucapkan oleh para pejabat.

Previous articleManchester United Diminta Rekrut Trent Alexander-Arnold untuk Bangkit Kembali
Next articleIvan Toney Buktikan Nilai Lebih dari Sekadar Penendang Penalti