Home Berita Olah Raga Super League 2026/2027 Hapus Kuota Pemain U-23, Apa Alasannya?

Super League 2026/2027 Hapus Kuota Pemain U-23, Apa Alasannya?

Sumbawanews.com,- I.League bersama PSSI resmi menghapus aturan wajib main pemain U-23 dalam Super League 2026/2027, mengakhiri kebijakan yang berlaku sejak 2017. Keputusan ini diambil setelah delapan musim kontroversi, didorong oleh tekanan kuat dari pelatih yang menganggap regulasi itu mengganggu otonomi tim di kompetisi profesional. Meski dihapus, I.League menegaskan tidak mengurangi komitmen terhadap pengembangan pemain muda, dengan mengganti paksaan menit main menjadi insentif poin bagi klub yang rutin memberi kesempatan kepada pemain usia di bawah 23 tahun. Persik Kediri mendukung langkah ini, dengan alasan bahwa pemain muda akan lebih termotivasi jika harus merebut posisi lewat persaingan ketat, bukan karena kewajiban usia.

Sejak diberlakukan pada 2017, aturan pemain U-23 wajib tampil menjadi bagian dari strategi PSSI untuk membangun fondasi jangka panjang sepak bola Indonesia pasca-sanksi FIFA. Namun, dalam praktiknya, regulasi ini sering menuai kritik dari pelatih yang merasa keputusan susunan pemain seharusnya berdasarkan performa, bukan batasan usia. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyebut resistensi utama datang dari kalangan pelatih yang bertanya, “Ini liga profesional, kok harus diatur starting eleven-nya?” Ia menekankan, penghapusan aturan bukan berarti mengabaikan pemain muda, melainkan mengubah pendekatan dari paksaan menjadi insentif.

Klub-klub kini akan mendapat poin tambahan jika memberikan menit bermain signifikan kepada pemain U-23, sebuah mekanisme yang diharapkan bisa mendorong pengembangan bakat tanpa mengorbankan kualitas pertandingan. COO Persik Kediri, Arthur Irawan, menilai kebijakan baru ini justru akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. “Kalau dipaksa main karena usia, mungkin pemain bakal lebih tenang, enggak selapar kalau mereka harus memenangkan posisi ini,” ujarnya menjelang dimulainya musim baru.

Keberhasilan kebijakan ini akan diuji seiring berjalannya kompetisi: apakah klub-klub akan benar-benar memberi ruang kepada pemain muda demi insentif, atau justru kembali mengandalkan pengalaman dan kestabilan tim. Dengan sistem insentif, I.League berharap bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek untuk menang dan visi jangka panjang untuk membangun generasi emas sepak bola Indonesia.

Previous articleSpalletti Minta Woltemade Pertajam Finalisasi Serangan
Next articlePalestina U-20 Menang Tipis 2-1 atas Vietnam, Hidupkan Asa ke Final Piala Asia U-20 2027