Sumbawanews.com,- FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar pada 24 September hingga 5 Oktober di Indonesia dan Hong Kong, dengan delapan tim di Divisi 1 dan enam tim di Divisi 2, tanpa mekanisme promosi atau degradasi antardivisi. Turnamen perdana ini diundang langsung oleh FIFA, sesuai regulasi resmi yang menyatakan bahwa keikutsertaan tim sepenuhnya menjadi wewenang badan sepak bola dunia tersebut. Tim-tim di Divisi 1 meliputi Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan Pakistan, sementara Divisi 2 diisi oleh Hong Kong, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Penempatan tim tidak didasarkan pada peringkat FIFA, karena peringkat Bangladesh dan Pakistan yang lebih rendah dari sejumlah tim di Divisi 2 justru menempatkan mereka di kasta tertinggi.
FIFA mempertahankan otoritas tunggal dalam menentukan format, nama, dan struktur kompetisi, termasuk memisahkan dua divisi tanpa integrasi sistem jenjang. Meski konsep serupa pernah sukses diterapkan UEFA melalui Nations League sejak 2018—yang mengadopsi promosi, degradasi, dan keterkaitan dengan kualifikasi Piala Dunia dan Euro—FIFA ASEAN Cup tidak mengikuti pola yang sama. Tujuan utama turnamen ini adalah memanfaatkan jeda kalender internasional yang biasa dipakai untuk laga persahabatan, sekaligus meningkatkan daya saing tim-tim Asia Tenggara di panggung global. Ide awalnya dikaitkan dengan Gianni Infantino, yang saat itu menjabat Sekjen UEFA sebelum menjadi Presiden FIFA, namun dalam edisi perdana ini, FIFA memilih pendekatan yang lebih terkendali tanpa sistem jenjang.















