Sumbawanews.com,- Super League 2026/2027 resmi dibuka pada Jumat, 4 September 2026, dengan sembilan laga serentak memulai musim baru sepak bola Indonesia. Pertandingan pembuka digelar di Stadion Kanjuruhan, antara Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC, pukul 15.30 WIB. Tiga tim besar—Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta—menjadi sorotan utama menyusun ambisi juara di musim yang penuh tantangan.
Persebaya datang dengan momentum luar biasa setelah meraih gelar juara Piala Presiden 2026 dengan mengalahkan Persib di final. Dalam enam laga uji coba pramusim, Bajul Ijo tak pernah kalah. Pelatih Bernardo Tavares telah menanamkan sistem permainan yang jelas, dan bek baru Yuran Fernandes menegaskan seluruh pemain telah memahami strategi dan filosofi bermain sang pelatih. Dengan usia ke-100 tahun yang akan dirayakan tahun depan, Persebaya berambisi mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun.
Persib Bandung, meski kalah di final Piala Presiden, tetap optimistis. Kapten Marc Klok menyatakan skuad musim ini merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah kepelatihannya di Maung Bandung. Meski menghadapi beban ganda—kompetisi domestik dan keikutsertaan di AFC Champions League Two—Klok meyakini tantangan ini justru membuka peluang membawa nama Persib dan Indonesia ke panggung global.
Sementara itu, Persija Jakarta, di bawah arahan Shin Tae-yong, menargetkan start kuat sejak pekan pertama. Pelatih asal Korea Selatan itu menekankan pentingnya menunjukkan kualitas sejak awal, mengingat Persib dan Borneo FC sebagai juara dan runner-up musim lalu. Persija juga menutup pramusim dengan kemenangan telak 4-0 atas Brisbane Roar, menandai kesiapan tim yang semakin solid. Dengan Jakarta akan merayakan hari jadi ke-500 tahun depan dan Persija genap berusia 100 tahun pada 2027, klub ibu kota ini siap mengukir sejarah dengan ambisi juara.
Laga perdana Super League menjadi awal dari perang strategi antara tiga raksasa yang sama-sama punya sejarah, beban, dan mimpi besar. Siapa yang akan menjegal Persib? Siapa yang akan mematahkan dominasi Persebaya? Dan bisakah Persija mengubah mimpi menjadi kenyataan? Semua jawaban akan terungkap dalam 34 pekan kompetisi yang menanti.















