Sumbawanews.com,- Spanyol akan menghadapi Belgia dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 pada Sabtu dini hari, 11 Juli 2026, di Stadion SoFi, Inglewood, California. Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena potensi meledaknya penyerang muda Lamine Yamal, yang dinilai pelatih Luis de la Fuente belum menunjukkan performa terbaiknya sejauh ini. Meski baru mencetak satu gol dan belum memberikan assist, Yamal tetap menjadi ancaman mematikan di sayap kanan La Roja, terutama setelah aksinya memaksa bek Portugal Nuno Mendes cedera dan ditarik keluar pada menit ke-55 babak 16 besar.
Pelatih berusia 65 tahun itu meyakini bahwa versi terbaik Yamal—yang penuh kecepatan, keberanian, dan ketajaman—masih akan muncul di laga melawan Belgia. “Dia tidak butuh motivasi tambahan. Justru kami sering harus meredam intensitasnya karena dia terlalu termotivasi,” ujar De la Fuente, mengutip pernyataannya dari France24. Pemain berusia 18 tahun itu datang ke turnamen dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari cedera yang diderita menjelang akhir musim bersama Barcelona, namun dampaknya di lapangan tetap terasa melalui tekanan konstan terhadap pertahanan lawan.
Spanyol tampil impresif sepanjang turnamen, belum kebobolan satu gol pun dalam empat pertandingan. Sementara Belgia melaju ke perempat final setelah membantai Amerika Serikat 4-1, membangun kepercayaan diri tinggi. Namun, menurut analisis Opta yang berdasarkan 25.000 simulasi, Spanyol tetap menjadi favorit dengan peluang menang dalam waktu normal sebesar 58,3 persen, jauh di atas Belgia yang hanya 19,1 persen. Jika mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan waktu atau adu penalti, peluang Spanyol lolos ke semifinal naik menjadi 69,8 persen.
Pemenang laga ini akan menghadapi Prancis, yang lebih dulu menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0. Bagi Yamal, pertandingan ini bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan kualitas, tapi juga momen untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi bintang sejati di panggung terbesar sepak bola dunia.















