Sumbawanews.com,- Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, mempertaruhkan satu tiket menuju semifinal. Laga ini digelar di tengah sorotan global, dengan tim-tim besar Eropa saling berhadapan dalam duel sengit yang menentukan nasib perjalanan mereka di turnamen.
Spanyol, yang belum pernah kalah sepanjang turnamen dan masih menjaga clean sheet sejak fase grup, tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan. Unai Simón menjaga gawang, didukung lini belakang Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella. Di tengah, Rodri dan Fabián Ruiz mengatur ritme, sementara Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Álex Baena memberi kecepatan di belakang penyerang tunggal Mikel Oyarzabal. Tim besutan Luis de la Fuente menunjukkan konsistensi luar biasa, termasuk setelah menyingkirkan Portugal 1-0 di babak 16 besar lewat gol dramatis Mikel Merino.
Di sisi lain, Belgia menghadapi tantangan besar tanpa Amadou Onana yang cedera ACL, sehingga Nicolas Raskin menggantikannya di lini tengah. Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi tulang punggung permainan, sementara Charles De Ketelaere tampil sebagai ujung tombak setelah mencetak dua gol saat menghajar Amerika Serikat 4-1 di babak sebelumnya. Romelu Lukaku, yang telah mencatat tiga gol sejauh ini, kembali start dari bangku cadangan, tetapi tetap menjadi ancaman utama jika dimasukkan.
Meski secara statistik Spanyol diunggulkan berkat pertahanan solid dan dominasi penguasaan bola, Belgia dikenal mampu memanfaatkan serangan balik cepat dan kualitas individu para pemainnya. Pelatih Belgia, Roberto Garcia, menekankan pentingnya disiplin taktis untuk menahan tekanan La Furia Roja.
Laga ini menjadi ujian berat bagi kedua tim, terutama bagi Spanyol yang diakui pelatih Luis de la Fuente sebagai “ujian terberat” dalam perjalanan mereka menuju gelar. Sementara Belgia percaya diri untuk menciptakan kejutan, mengandalkan pengalaman dan ketajaman di depan gawang.















