Sumbawanews.com,- Mikel Oyarzabal tak berteriak di media sosial, tak jadi viral di highlight, dan tak pernah jadi bintang iklan. Tapi di balik hiruk-pikuk nama-nama seperti Mbappé dan Haaland, pemain 29 tahun asal Spanyol itu justru menjadi tulang punggung La Roja di Piala Dunia 2026.
Dengan dua gol dan satu assist dalam dua pertandingan grup, Oyarzabal membuktikan diri sebagai ujung tombak yang tak hanya andal, tapi juga menentukan. Gol penyeimbang melawan Arab Saudi dan assist mematikan saat melawan Uruguay—keduanya lahir dari ketenangan, bukan kehebohan. Ia bukan pemain yang mencuri perhatian dengan tendangan spektakuler, tapi yang selalu hadir di titik-titik krusial saat tim paling membutuhkannya.
Bahkan di tengah gemuruh popularitas Lamine Yamal yang baru berusia 17 tahun, Oyarzabal tetap menjadi pilihan utama pelatih Luis de la Fuente di posisi striker. Statistiknya bicara lebih keras daripada sorotan: 55 caps dan 27 gol untuk tim nasional, termasuk gol penentu kemenangan di final Piala Eropa 2024. Ia bukan sekadar pemain—ia adalah kunci konsistensi.
César Azpilicueta, mantan kapten tim nasional yang kini jadi analis, menilai keberadaan Oyarzabal sebagai jawaban atas anggapan bahwa Spanyol kekurangan penyerang klasik. “Orang-orang bilang kami tidak punya nomor sembilan elite. Tapi Oyarzabal? Dia adalah pemain yang bisa kita andalkan ketika segalanya berjalan tidak sempurna,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC.
Di Real Sociedad, ia tetap menjadi andalan meski tak pernah jadi bintang utama. Di tim nasional, ia justru menjadi simbol ketahanan—tak butuh sorotan untuk berprestasi. Ia bekerja diam-diam, seperti seorang tukang jam yang memastikan mesin tetap berjalan, meski tak ada yang melihat tangannya.
Kini, dengan Spanyol unggul di Grup H setelah dua pertandingan tanpa kekalahan, Oyarzabal semakin dipercaya sebagai ujung tombak yang tak perlu pamer. Ia tak perlu menjadi superstar—cukup menjadi yang terbaik saat dibutuhkan.
Dan di dunia sepak bola yang sering mengagungkan kehebohan, keheningan Oyarzabal justru menjadi suara paling berbobot.















