Sumbawanews.com,- Singapura memastikan tempat di semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Timnas Indonesia pada laga terakhir Grup A, Jumat, 7 Agustus 2026, di Stadion Jalan Besar, Kallang. Gol Ragnar Oratmangoen di awal babak kedua sempat membawa Indonesia unggul, tetapi Ilhan Fandi menyamakan kedudukan lewat kesalahan pertahanan lawan, membalikkan nasib The Lions. Bek Jacob Mahler tampil total 90 menit, menjadi tulang punggung pertahanan sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik laga, sementara mentalitas bangkit dari ketinggalan menjadi kunci utama keberhasilan tim asuhan John Herdman.
Meski ditekan habis-habisan oleh Timnas Indonesia setelah tertinggal, Singapura tetap tenang dan disiplin menjalankan strategi. Mahler, yang menjadi tulang punggung pertahanan, mengatakan filosofi tim mereka adalah tidak terjebak dalam kesalahan, melainkan langsung fokus pada aksi selanjutnya. “Ketika sesuatu buruk terjadi, kami harus terus melangkah maju,” ujarnya dikutip dari The Straits Times. Ketenangan itu terbukti saat mereka bertahan mati-matian hingga peluit akhir, mengamankan satu poin sekaligus mengunci posisi dua besar Grup A.
Dukungan suporter yang memadati stadion menjadi energi tambahan bagi para pemain. Mahler mengaku terharu melihat ribuan penonton mengenakan seragam merah, menyanyikan lagu kebangsaan, dan bersorak tanpa henti. “Itu meyakinkan kami bahwa kami sedang memenangkan hati masyarakat Singapura,” katanya. Kini, The Lions tak puas hanya sampai semifinal. Target mereka jelas: melaju hingga final, memainkan delapan pertandingan seperti yang telah ditetapkan sebelum turnamen dimulai.
Sementara itu, perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 berakhir di babak grup. Dengan finis di posisi ketiga Grup A, skuad Garuda gagal melangkah ke empat besar setelah kalah head-to-head dari Singapura dan Vietnam. Laga di Kallang menjadi penutup pahit bagi mereka yang berharap bisa melanjutkan mimpi meraih gelar. Untuk Singapura, tantangan lebih berat menanti di semifinal—mentalitas kuat yang telah terbukti harus tetap dipertahankan jika ingin mewujudkan ambisi tertinggi.















