Home Serba Serbi Tekno Simpsons Penulis Ajukan Diri Jadi Presiden

Simpsons Penulis Ajukan Diri Jadi Presiden

Sumbawanews.com,- Di taman menghadap Silver Lake Reservoir, Los Angeles, sekitar 30 orang berkumpul pada Jumat siang yang cerah—beberapa mengenakan kostum Uncle Sam, Darth Vader, dan Elsa dari Frozen—untuk menyaksikan pidato kampanye pertama Dan Greaney, mantan penulis The Simpsons yang kini mencalonkan diri sebagai presiden AS tahun 2028.

Berdiri di depan podium di antara bendera Amerika yang berkibar lembut, Greaney membuka pidatonya dengan sapaan klasik: “My fellow Americans.” Lalu, dengan senyum khas penulis komedi, ia menambahkan, “Ya, mari kita pakai itu. Ini yang klasik.”

Kalimat itu mencerminkan jiwa seorang penulis yang telah mengukir sejarah di era keemasan The Simpsons—dengan episode seperti “Summer of 4 Ft. 2” dan “King-Size Homer”—dan yang paling dikenal karena “Bart to the Future,” episode tahun 2000 yang memprediksi Lisa Simpson menjadi presiden AS setelah menghadapi krisis keuangan warisan dari presiden sebelumnya, yang secara jenaka disebut “Trump.” Saat itu, Greaney mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa skenario itu bukan sekadar lelucon, tapi “peringatan bagi Amerika—sesuai dengan visi tentang negara yang kehilangan akal sehat.”

Sejak itu, ia memeluk peran “Nabi”-nya: mengunggah video Instagram dengan jenggot abu-abu dan wig, memprediksi kejatuhan Trump dan sekutunya dengan nada Alkitabiah. Tapi di hari kampanye itu, ia tampil rapi dalam setelan dasi, serius, dan tanpa sandiwara.

“Sangat konyol bagi saya untuk mencalonkan diri sebagai presiden,” katanya. “Ini seperti yang dilakukan ayah kartun—Peter Griffin, bukan Homer Simpson.” Tapi ia menekankan, ini bukan lelucon. “Komedi bukan hanya tentang tawa. Komedi adalah tentang kebenaran. Di The Simpsons, kami selalu berusaha mengungkap kebenaran tentang kehidupan Amerika—melihat di balik hiruk-pikuk dan kepalsuan, dengan cinta dan humor.”

Ia menyalahkan penghancuran demokrasi pada Mahkamah Agung yang “liar,” presiden yang “tanpa hukum,” dan kelompok miliarder yang mendukungnya. Platformnya jelas: memperluas Mahkamah Agung menjadi 13 hakim, mereformasi cabang yudikatif, menerapkan jaminan kesehatan universal, mendukung Green New Deal, dan memperjuangkan perumahan terjangkau. Ia juga mendukung amandemen konstitusi untuk mencabut keputusan Citizens United v. FEC, serta menuntut hukuman bagi para donatur yang diduga membeli pengaruh terhadap kampanye Trump.

“Saya tidak akan menerima uang dari PAC perusahaan—meskipun, jujur, belum ada yang mengirimkan,” canda Greaney.

Ia diperkenalkan oleh Mieke Marple, direktur kampanyenya dan rekan seni yang telah berteman dengannya selama 15 tahun, serta Brent Forrester, mantan penulis Simpsons. Marple mengatakan ia bergabung karena “punya waktu luang”—tapi juga karena melihat potensi mendalam di balik kelucuan itu. “Saya tahu Dan tulus. Dan sebagai seniman, saya tahu: kadang yang paling tidak biasa justru yang paling menyentuh hati.”

Greaney mengaku masih belajar cara berkampanye, dan berencana membuat podcast bersama tokoh politik berpengalaman untuk belajar. Ia tidak takut dikritik atau diserang. “Saya bisa menanggungnya,” katanya. “Yang penting, saya ingin menjangkau para Republikan yang jijik dengan ekstremisme MAGA—dan yang tidak merasa didengar oleh Demokrat.”

Ia menutup pidatonya dengan ajakan: “Mari kita ciptakan Amerika yang bekerja untuk semua—termasuk Darth Vader.”

Ketika ia menyebut motto kota Springfield: “A noble spirit embiggens the smallest man”—semangat mulia memperbesar manusia terkecil—ia mungkin tidak menyadari bahwa kalimat itu, yang ia ciptakan sebagai lelucon, justru menjadi refleksi paling jujur dari niatnya: bahwa bahkan dalam kegilaan, ada ruang untuk kebaikan. Dan kadang, kebenaran yang paling dalam datang dari mulut yang biasanya hanya mengucapkan lelucon.

Previous articleJKN, Sandaran Ketenangan Haji dari Tuban
Next articleIran Tolak Bertemu Trump, Diplomasi Kian Buntu
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.