Sumbawanews.com,- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meluncurkan inisiatif baru bernama “Setkab Gengs” — sebuah kompetisi gagasan yang mengajak seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Kabinet untuk berpikir out-of-the-box demi mendukung program prioritas pemerintah dan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Bukan sekadar ajang lomba ide, kompetisi ini dirancang sebagai mesin reformasi birokrasi yang menumbuhkan budaya kerja kolaboratif, inovatif, dan berbasis solusi nyata. Dengan mengusung format “3-minute pitch”, 106 proposal awal dari berbagai unit kerja disaring hingga tersisa 30 kandidat terbaik. Pada 8 Juni lalu, 16 tim terpilih mempresentasikan gagasan mereka langsung di hadapan Seskab Teddy, dengan tantangan tak hanya menyampaikan ide brilian, tetapi juga menjawab pertanyaan kritis dengan presisi dan kejelasan.
Teddy menegaskan, tujuan utama bukanlah penghargaan atau pujian. “Gagasan yang lahir di sini harus hidup di lapangan,” ujarnya. Ia berharap setiap proposal yang muncul bisa segera dikembangkan menjadi kebijakan konkret yang menyentuh kehidupan rakyat.
Beberapa gagasan menonjol yang muncul antara lain: *Program Rumah Bakti* yang menawarkan solusi perumahan berbasis partisipasi masyarakat, *Trinovasi untuk Vokasi* yang mengintegrasikan pelatihan keterampilan dengan kebutuhan industri, serta *Pangan Asal Desa: Integrasi MBG* yang menghubungkan produksi pertanian lokal dengan distribusi nasional. Ada pula *Gerakan Nasional Anak Kembali ke Sekolah*, *Revolusi Energi dari Dapur*, hingga *Program Pidana Kerja Sosial Nasional* — semua dirancang untuk menjawab tantangan sosial-ekonomi yang selama ini dianggap rumit.
Inisiatif ini sekaligus menjadi cerminan perubahan budaya di lingkungan pemerintahan pusat: dari yang sebelumnya hierarkis dan kaku, kini mendorong partisipasi aktif setiap level pegawai — dari staf administrasi hingga pejabat eselon — untuk menjadi bagian dari solusi, bukan hanya pelaksana kebijakan.
Dengan menggabungkan semangat kewirausahaan publik dan kepekaan terhadap kebutuhan riil masyarakat, “Setkab Gengs” bukan sekadar tren internal. Ia adalah langkah strategis menuju pemerintahan yang lebih responsif, inklusif, dan berbasis bukti — di mana ide terbaik tak lagi datang hanya dari atas, tapi dari mana pun, asal punya niat untuk memajukan Indonesia.















