Sumbawanews.com,- Manchester United harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Everton pada pekan ketiga Premier League 2026/2027, Minggu (6/9/2026), di Hill Dickinson Stadium. Penyerang asal Slovenia, Benjamin Sesko, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kedua Setan Merah pada menit ke-88 lewat sundulan jarak dekat, namun gol spektakuler Ainsley Maitland-Niles pada menit ke-96 mengubah segalanya dan memaksa United pulang dengan satu poin. Sesko menilai hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi tim untuk segera memperbaiki ketahanan di menit-menit akhir.
Sesko, yang baru kembali dari cedera dan melewatkan seluruh rangkaian pramusim, langsung menunjukkan dampak signifikan saat turun dari bangku cadangan. Golnya yang membuat United unggul 2-1 sempat mengantarkan timnya ke ambang kemenangan, tetapi intensitas serangan Everton di penghujung laga membuat pertahanan Setan Merah retak. Maitland-Niles mencetak gol penyeimbang dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok atas gawang, sebuah gol yang diakui Sesko sebagai “luar biasa” dan harus diterima sebagai bagian dari pembelajaran.
Sesko tidak menyalahkan kekalahan dari kemenangan, melainkan menekankan pentingnya sikap mental tim untuk tetap fokus hingga peluit akhir. “Kami selalu bisa berkembang. Saya pikir kami masih mengelola pertandingan sebaik mungkin. Pada akhirnya kami sedikit kehilangan kendali, tetapi itu terjadi. Kami di sini untuk belajar dan berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya. Ia juga memuji semangat juang Everton yang tak pernah menyerah, bahkan saat berada di bawah tekanan.
Meski belum kembali sebagai starter, Sesko menegaskan bahwa ia siap memberikan kontribusi apa pun peran yang diberikan pelatih. “Kami memiliki banyak pemain bagus dan banyak kualitas, yang sangat penting bagi klub ini. Yang penting adalah setiap pemain melakukan segalanya untuk tim dan berusaha memenangkan pertandingan.” Hasil ini membuat Manchester United mengumpulkan empat poin dari tiga laga, dan tantangan selanjutnya adalah mengubah keunggulan menjadi kemenangan tuntas—bukan hanya sekadar harapan di menit ke-88.















