Sumbawanews.com,- Argentina dan Spanyol akan bertemu di final Piala Dunia 2026 setelah masing-masing menang di semifinal pada Kamis, 16 Juli 2026. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengakui bahwa lawannya di laga puncak, Luis de la Fuente, adalah sosok yang pernah menjadi gurunya saat dirinya menimba ilmu kepelatihan di Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Scaloni menyebut hubungan pribadi yang mendalam dengan De la Fuente, termasuk karena ia pernah tinggal di Spanyol dan memiliki keluarga berdarah Spanyol, membuat pertandingan ini begitu istimewa baginya.
Scaloni memimpin Argentina menembus final setelah menang 2-1 atas Inggris di semifinal, dengan gol dari Enzo Fernández dan Lautaro Martínez yang dimanfaatkan dari assist Lionel Messi. Di sisi lain, Spanyol melaju ke final setelah mengalahkan Prancis 2-0 lewat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Sebelum laga, Scaloni sudah menyatakan kebahagiaannya atas keberhasilan De la Fuente membawa Spanyol ke final, mengatakan bahwa sang pelatih pantas meraih pencapaian itu dan selalu menjadi sosok yang mendukungnya.
Meski mengakui kehebatan tim Spanyol dan menghormati sang guru, Scaloni menegaskan bahwa Argentina siap berjuang demi gelar juara. Ia memuji kerja timnya yang solid, termasuk kontribusi para pemain cadangan yang turun memberi dampak signifikan. “Ini adalah kelompok yang luar biasa. Kami telah menganalisis Spanyol sejak Maret, dan pertandingan ini akan dinikmati para penggemar,” ujarnya.
Hubungan pribadi antara Scaloni dan De la Fuente bukan sekadar simbolis. Keduanya pernah berbagi ruang latihan dan pembelajaran di RFEF, menjadikan final ini bukan hanya pertarungan taktik antar dua tim besar, tapi juga momen emosional yang langka dalam sejarah sepak bola dunia. Scaloni menutup pernyataannya dengan harapan bahwa pertandingan ini akan menjadi laga yang menginspirasi, bukan hanya karena level teknisnya, tapi juga karena nilai-nilai manusiawi yang menyertainya.















