Home Berita Nasional SBY Menangis Ingat Masa Kecil saat Nobar Film Sepatu

SBY Menangis Ingat Masa Kecil saat Nobar Film Sepatu

Sumbawanews.com,- Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, terharu hingga meneteskan air mata saat menonton bareng film *Children of Heaven* bersama anak-anak panti asuhan di XXI Plaza Senayan, Jakarta. Kehadirannya bukan sekadar simbolis—ia benar-benar terpukul oleh kemiripan kisah dalam film itu dengan masa kecilnya yang penuh keterbatasan di Pacitan, Jawa Timur.

Dalam sela-sela pemutaran, putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan bahwa ayahnya kerap menunduk, menahan napas, lalu menitikkan air mata saat melihat adegan Ali, bocah miskin yang rela berlari berjam-jam demi mendapatkan kembali sepatu milik adiknya. “Beliau ingat betul, dulu ingin punya sepatu untuk bermain voli, berlari, atau mendaki gunung bersama teman-teman. Tapi tidak pernah kesampaian. Orang tua beliau tidak mampu,” kata AHY.

Kisah SBY yang tumbuh di tanah tandus Pacitan, sebagai anak tunggal dari keluarga sederhana, ternyata sangat selaras dengan narasi film garapan Hanung Bramantyo itu. Ia pernah merasakan betapa sepatu—benda sederhana bagi banyak orang—bisa menjadi simbol kehormatan, kebebasan, bahkan harapan. “Beliau bilang, kalau dulu ada yang peduli, mungkin hidupnya bisa lebih ringan. Sekarang, ia ingin jadi orang yang peduli,” tambah AHY.

Momen itu langsung memicu aksi nyata. Partai Demokrat, melalui gerakan Kuda Biru Project, mengumumkan rencana mendistribusikan ratusan pasang sepatu sekolah ke daerah-daerah terpencil dan komunitas kurang mampu. “Ini bukan sekadar sumbangan. Ini adalah bentuk empati yang berkelanjutan. Kita ingin anak-anak yang tidak punya sepatu tetap bisa berlari menuju masa depannya,” tegas AHY.

Film yang awalnya bercerita tentang cinta dan tanggung jawab seorang kakak terhadap adiknya, kini berubah menjadi cermin bagi generasi yang pernah merasakan kekurangan—dan bagi mereka yang kini punya kekuatan untuk mengubahnya.

Di tengah hiruk-pikuk politik dan kehidupan urban yang sering lupa pada akar, SBY—mantan jenderal, presiden, dan kini pensiunan negarawan—kembali menunjukkan kekuatan sederhana: kepedulian yang lahir dari pengalaman pribadi, dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Bukan karena ia seorang presiden. Tapi karena ia pernah jadi anak kecil yang ingin punya sepatu—dan tidak pernah melupakan rasa itu.

Previous articleASEAN Lihat Rusia Bukan Musuh, Tapi Mitra Strategis
Next articlePengabdian Tanpa Batas di Tanah Suci
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.