Sumbawanews.com,- Mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Prof. Jacob Nagel, menilai Arab Saudi sebagai ‘macan kertas’—meski memiliki persenjataan canggih dan dana besar, negara itu gagal memanfaatkannya secara efektif di medan pertempuran. Pernyataan itu disampaikan Nagel dalam wawancara dengan stasiun radio 103FM pada Jumat pagi, menyusul kesepakatan pertahanan baru antara Saudi, Turki, dan Pakistan yang ditandatangani di Makkah pada Jumat (7/8/2026). Nagel mencontohkan kegagalan Saudi dalam menghadapi serangan kelompok Houthi, di mana kekuatan militer dan intelijen canggih yang dimiliki tidak mampu menghentikan ancaman nyata. Ia menekankan bahwa aset-aset militer Saudi tidak likuid dan tidak bisa diaktifkan secara operasional, sehingga negara itu kini terpaksa mencari aliansi alternatif untuk menopang keamanannya. Nagel menambahkan, upaya Saudi membangun kerja sama dengan Turki dan Pakistan lebih merupakan manuver diplomatik untuk menekan Amerika Serikat, yang dianggap gagal memenuhi kebutuhan persenjataan dan pertahanan. Ia juga menyebut Saudi telah melakukan langkah mengejutkan dengan menormalisasi hubungan dengan Iran, sebuah langkah yang menurutnya dilakukan karena rasa takut akan ancaman dari Iran dan milisi-milisi yang didukungnya di kawasan.















