Home Berita Nasional Satu Penjaga Perdamaian PBB Tewas di Lebanon

Satu Penjaga Perdamaian PBB Tewas di Lebanon

Sumbawanews.com,- Seorang penjaga perdamaian PBB tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan mortir di Lebanon Selatan, mengguncang misi perdamaian yang sudah lama beroperasi di wilayah itu. Korban meninggal adalah Sersan Milovan Jovanovic dari Serbia, yang menjadi korban pertama dalam operasi UNIFIL sejak konflik di perbatasan Israel-Lebanon memanas kembali.

Insiden terjadi di dekat Marjayoun, sebuah kota strategis di wilayah selatan Lebanon, ketika mortir menghantam posisi pasukan PBB. Dua prajurit lain yang terluka — berasal dari El Salvador dan Spanyol — langsung dievakuasi ke fasilitas medis di dalam pangkalan UNIFIL, sementara Jovanovic dibawa ke rumah sakit di Beirut, tetapi tak tertolong akibat luka kritisnya.

Dalam pernyataan resmi, UNIFIL menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan misi perdamaian. “Pasukan kami bertugas untuk menjaga stabilitas, bukan menjadi sasaran,” demikian bunyi pernyataan itu, yang menekankan bahwa serangan terhadap personel PBB adalah pelanggaran hukum humaniter internasional.

Peningkatan intensitas serangan di wilayah perbatasan telah terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir, dengan laporan lintasan peluru dan ledakan yang semakin sering terjadi. UNIFIL memperingatkan bahwa situasi semakin tidak terkendali, dan menyerukan agar semua pihak segera menghentikan kekerasan.

Pemerintah Lebanon mengutuk keras serangan itu, menegaskan bahwa posisi UNIFIL harus dihormati sebagai simbol netralitas dan upaya perdamaian. Sementara itu, penyelidikan internal sedang berlangsung untuk menentukan sumber tembakan — meskipun indikasi awal mengarah pada aktor non-negara yang aktif di wilayah tersebut, termasuk kelompok bersenjata yang terlibat dalam konflik dengan Israel.

Kekerasan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, yang telah memicu serangkaian serangan balasan di kedua sisi perbatasan. Baru beberapa hari lalu, militer Israel dilaporkan menargetkan pinggiran Beirut, sementara drone Hizbullah berhasil menghancurkan tank Merkava di Lebanon Selatan. Kini, pasukan netral seperti UNIFIL menjadi korban tak bersalah dari siklus kekerasan yang tak kunjung usai.

Jovanovic, yang telah bertugas selama lebih dari lima tahun dalam misi PBB, menjadi simbol pengorbanan para penjaga perdamaian yang berdiri di garis depan konflik, tanpa senjata, tanpa kepentingan politik — hanya dengan misi: menjaga perdamaian. Kematian mereka bukan sekadar angka, tapi pengingat bahwa dunia masih gagal menemukan jalan keluar dari konflik yang menghancurkan nyawa sipil dan pejuang perdamaian alike.

Previous articleGunung Lewotobi Erupsi, Abu Vulkanik Capai 2,5 Km
Next articleSatpol PP Jaksel Tertibkan 9 PKM di Blok M, Lima Gerobak Disita
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.