Sumbawanews.com,- Samsung telah menghapus sejumlah fitur ikonik dari lini Galaxy yang sempat menjadi daya tarik utama pengguna. Empat fitur tersebut, yang dianggap masih relevan hingga kini, seharusnya tidak ditinggalkan demi menjaga pengalaman pengguna yang lebih lengkap dan fleksibel.
Fitur Panel Edge yang pernah menjadi ciri khas Galaxy Note Edge dan bertahan hingga beberapa generasi berikutnya, kini dihapus total dari One UI 7. Sebelumnya, pengguna bisa memasang panel sisi layar dengan aplikasi pihak ketiga seperti kalkulator, pengaturan cepat, atau tautan browser, yang memberi akses instan tanpa membuka aplikasi utama. Kini, hanya opsi dasar seperti “Aplikasi” yang tersedia secara default.
Teknologi Transmisi Magnetik Aman (MST) yang memungkinkan pembayaran nontunai dengan menempelkan ponsel ke mesin kasir lama—tanpa perlu terminal NFC—juga telah ditinggalkan. Meski NFC kini lebih umum, banyak toko kecil di berbagai wilayah masih menggunakan mesin lama yang tidak mendukung NFC, sehingga MST tetap menjadi solusi praktis yang hilang.
Fitur widget layar kunci berukuran penuh yang pernah tersedia sebelum rilisnya One UI 7 pada 2024 kini digantikan oleh versi mini yang terbatas. Pengguna tidak lagi bisa menampilkan informasi penting seperti cuaca, kalender, atau berita dalam tampilan utuh di layar kunci, sebagaimana yang masih dimungkinkan di Android 16, namun justru dihilangkan oleh Samsung.
Pemindai iris yang pernah menjadi standar keamanan tingkat tinggi pada Galaxy S7 hingga S10, dan mampu digunakan untuk verifikasi pembayaran serta akses aplikasi perbankan, juga tidak lagi diadopsi sejak Galaxy S20. Padahal, teknologi ini memenuhi standar biometrik Kelas 3, yang jauh lebih aman dibanding pengenalan wajah konvensional. Kini, pengguna harus mengandalkan sidik jari sebagai alternatif keamanan tertinggi.















