Sumbawanews.com,- Real Madrid secara resmi memuji UEFA dan konfederasi sepakbola dunia atas keberhasilan mereka menggagalkan rencana FIFA untuk menjual 20 persen saham FIFA Forward Enterprise (FFE) kepada investor swasta. Keputusan itu, yang dibatalkan pada awal Agustus 2026, dinilai klub asal Spanyol itu sebagai langkah penting untuk melindungi integritas sepakbola global.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah keputusan FIFA mencabut proposal tersebut, Real Madrid menyebut keputusan itu sebagai “kabar baik bagi sepakbola, institusi-institusinya, dan terutama bagi jutaan penggemar olahraga yang kami cintai.” Klub yang bermarkas di Santiago Bernabéu itu menegaskan bahwa klub-klub sepakbola adalah fondasi utama dari semua kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia, karena menjadi tempat menemukan, membina, dan mengembangkan pemain yang kemudian memperkuat tim nasional.
Real Madrid menekankan bahwa Piala Dunia bukan sekadar aset komersial yang bisa diperdagangkan. “Sepakbola tim nasional dan Piala Dunia, di atas segalanya, merupakan ajang yang memiliki kepentingan publik serta menjadi warisan milik negara, para penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan,” demikian bunyi pernyataan klub tersebut. Mereka menilai, memperlakukan turnamen paling bergengsi di dunia itu sebagai produk finansial yang diperjualbelikan demi keuntungan segelintir pihak adalah sebuah kesalahan mendasar.
Apresiasi juga diberikan kepada UEFA, AFC, Concacaf, dan berbagai federasi nasional yang bersatu menolak rencana itu. Real Madrid menyebut persatuan dan tanggung jawab mereka telah “melindungi sepakbola pada momen yang sangat menentukan.” Penolakan keras dari UEFA bahkan sempat memicu ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA, sementara penasihat senior Presiden FIFA Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, mundur karena menganggap proposal itu sebagai “kesepakatan yang buruk bagi sepakbola.”
Dengan pembatalan rencana itu, Real Madrid menegaskan kembali prinsip bahwa sepakbola harus tetap menjadi milik publik, bukan komoditas pasar. Keputusan ini, menurut klub, bukan hanya kemenangan bagi UEFA, tapi juga bagi masa depan olahraga yang berakar pada nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan kebanggaan nasional.















