Sumbawanews.com,- Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan langka ke Moskow pada 26 Agustus 2026, memicu kekhawatiran intelijen AS bahwa Presiden Vladimir Putin mulai menguji ketahanan NATO. Pertemuan itu, yang dikonfirmasi Kremlin dan dilaporkan diteruskan kepada Putin, terjadi di tengah perang Rusia-Ukraina dan semakin menipisnya stok senjata Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran. Intelijen AS memperkirakan Putin berpotensi melakukan provokasi terbatas—seperti serangan siber, operasi hibrida, atau penetrasi darat skala kecil—terhadap wilayah anggota NATO, khususnya di sayap timur, tanpa memicu perang konvensional besar. Kekhawatiran ini diperparah oleh laporan bahwa Angkatan Darat AS telah menghabiskan sebagian besar stok rudal jarak jauh presisi tinggi, termasuk ATACMS dan PrSM, selama enam bulan perang dengan Iran. Senjata-senjata itu krusial tidak hanya untuk operasi di Timur Tengah, tetapi juga untuk mempertahankan komitmen pertahanan AS di Eropa jika terjadi eskalasi dengan Rusia.















