Home Berita Nasional Pramono Imbau Demonstran Jaga Fasum

Pramono Imbau Demonstran Jaga Fasum

Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan agar para demonstran menjaga fasilitas umum selama menyampaikan aspirasi, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh berujung pada kerusakan aset publik yang menjadi milik bersama.

Dalam keterangan resminya di kantor perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Pramono menekankan bahwa ruang publik seperti trotoar, lampu jalan, taman, hingga fasilitas transportasi adalah hasil kerja keras pemerintah dan dana rakyat. “Fasilitas umum bukan milik siapa-siapa, tapi milik semua. Merusaknya berarti merampas hak orang lain untuk menikmatinya,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang memadati sejumlah titik strategis di Jakarta Pusat, termasuk depan Gedung DPR. Aksi yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti itu menuntut pemulihan ekonomi, pemberantasan inkompetensi pejabat, dan pengembalian supremasi sipil. Massa membawa tiga tuntutan utama: penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penolakan terhadap UU Polri dan proyek strategis nasional yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI tidak pernah membantah hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari ketertiban, bukan kekacauan. “Kita hormati suara kritis, tapi jangan biarkan suara itu menghancurkan jalan yang sama yang kita lewati setiap hari,” katanya.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB itu berjalan relatif tertib hingga sore hari, meski sempat memicu penutupan sementara sebagian Jalan Merdeka Selatan. Sebanyak 4.131 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan titik-titik aksi, termasuk di depan Gedung DPR dan Tugu Luar Trisakti.

Di sisi lain, sejumlah hoaks beredar di media sosial, termasuk klaim palsu soal kekerasan aparat terhadap mahasiswa dan video yang diklaim sebagai aksi UI padahal diambil dari lokasi berbeda. Pihak Pemprov DKI bersama tim Cek Fakta Liputan6 terus mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

Pramono menutup pernyataannya dengan ajakan kolaboratif: “Jangan jadikan Jakarta sebagai medan perang. Jadikan Jakarta sebagai ruang dialog. Kita bisa menuntut, tapi jangan sampai kita kehilangan rasa saling menghargai.”

Aksi mahasiswa Trisakti berakhir tanpa insiden besar, dengan massa membubarkan diri secara tertib menjelang maghrib. Namun, pesan Pramono—bahwa kebebasan harus diimbangi tanggung jawab—kini menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin suaranya didengar, tanpa harus merusak apa yang menjadi milik bersama.

Previous articleNASA Pilih Relativity Space untuk Misi Pertama ke Mars
Next articleStruktur Geologi Rumit Perparah Dampak Gempa Sulteng
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.