Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau seluruh warga Jakarta untuk membuka diri dan menyampaikan data ekonomi secara jujur saat petugas Sensus Ekonomi 2026 mendatangi rumah mereka. Ia menekankan bahwa akurasi data menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran, terutama untuk bidang bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan. “Bagi saya, data ini adalah referensi paling utama untuk mengambil keputusan secara teknokrasi,” ujar Pramono dalam acara deklarasi sensus di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Senin, 13 Juli 2026. Ia mencontohkan tantangan dalam pengumpulan data, seperti kecenderungan masyarakat yang sering menutupi kondisi sebenarnya—baik dengan mengaku miskin saat sebenarnya kaya, maupun sebaliknya. Pramono juga meminta jajaran pemerintah dari tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk aktif mensosialisasikan sensus ini, karena keberhasilannya bergantung pada keterbukaan dan pemahaman masyarakat. Sensus Ekonomi 2026, yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus, dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memetakan kondisi ekonomi dan usaha masyarakat Indonesia secara menyeluruh.















