Home Berita Nasional Prabowo Diminta Kurangi Perjalanan Luar Negeri

Prabowo Diminta Kurangi Perjalanan Luar Negeri

Sumbawanews.com,- Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk meniru strategi hemat energi dan anggaran yang diterapkan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum—dengan memprioritaskan kedatangan tamu negara di dalam negeri daripada sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dino, yang juga pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), menyampaikan lima rekomendasi strategis bagi kepala negara. Salah satunya: dalam setahun ke depan, Presiden sebaiknya lebih banyak menerima kunjungan kepala negara asing di Indonesia, bukan justru menghabiskan waktu dan anggaran negara untuk berkunjung ke luar negeri.

“Dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo adalah yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri,” ujar Dino, mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu, mengutip data yang ia kumpulkan. Ia menyoroti kunjungan Prabowo ke Prancis yang sudah mencapai empat kali dalam waktu singkat—sebuah pola yang memicu kritik publik terkait efisiensi dan prioritas.

Dino menekankan, setiap perjalanan dinas presiden bukan sekadar simbolis. Biayanya mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, mencakup logistik, pengamanan, protokol, akomodasi, konsumsi, hingga uang harian seluruh delegasi. “Satu pertemuan bilateral biasanya hanya berlangsung satu hingga dua jam. Sisanya adalah jamuan, seremoni, dan aktivitas yang bisa dihindari,” katanya.

Untuk menjaga hubungan diplomatik tanpa menguras kas negara, Dino menyarankan penggunaan video call atau telekonferensi. Menurutnya, substansi komunikasi antar pemimpin tidak berkurang signifikan, bahkan bisa lebih fokus tanpa hiruk-pikuk perjalanan.

Ia mengambil contoh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang telah 17 kali menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump—tanpa pernah bertemu langsung. Padahal, AS adalah mitra dagang terbesar Meksiko. Dalam kunjungan ke Spanyol, Sheinbaum bahkan memilih naik pesawat komersial kelas ekonomi, sebagai simbol keteladanan dalam penghematan anggaran pemerintah.

Dino menilai, langkah semacam ini tidak hanya efisien secara finansial, tetapi juga menjawab persepsi publik yang menganggap perjalanan luar negeri presiden terkesan mewah dan jauh dari kebutuhan rakyat. “Dengan satu panggilan Zoom bernilai nol rupiah, negara bisa menghemat ratusan miliar—tanpa mengorbankan kualitas diplomasi.”

Ia juga menyoroti kebijakan Xi Jinping, yang lebih memilih menjadikan Beijing sebagai pusat pertemuan tingkat tinggi, mengurangi mobilitas pribadi demi fokus pada agenda domestik dan pengelolaan sumber daya nasional.

Rekomendasi ini muncul di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap gaya kepemimpinan yang dianggap terlalu sering bergerak ke luar batas negara, sementara tantangan domestik—dari pangan hingga infrastruktur—masih menunggu solusi nyata. Dino menutup dengan pesan tegas: “Diplomasi bukan soal seberapa sering Anda terbang, tapi seberapa dalam Anda memahami kebutuhan rakyat Anda.”

Previous articleEmpat Selamat dari Gua Banjir di Laos
Next articleJamaah Haji Bangkalan Kehilangan Jadwal Makan di Mina
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik