Sumbawanews.com,- Polandia menangkap remaja Ukraina berusia 18 tahun atas dugaan menjalankan operasi intelijen Rusia untuk memicu ketegangan antara Polandia dan Ukraina. Menurut Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia (ABW), remaja yang diidentifikasi sebagai Illia K. melakukan coretan pro-Ukraina di situs bersejarah sensitif, termasuk Monumen Pahlawan Ghetto Warsawa dan Monumen Pembantaian Volhynia, yang secara sengaja dirancang untuk mengobarkan amarah publik Polandia. Selain itu, ia juga diduga merencanakan serangan menggunakan drone, meski sasaran spesifiknya belum diungkap karena penyelidikan masih berlangsung. ABW menilai tindakan ini bukan vandalisme biasa, melainkan bagian dari strategi Rusia untuk mengeksploitasi luka sejarah demi merusak persatuan antara dua negara sekutu.
Coretan yang ditujukan pada figur seperti Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) dan Stepan Bandera sengaja dipilih karena identik dengan pembantaian puluhan ribu warga Polandia di Volhynia dan Galicia Timur pada Perang Dunia II. Otoritas Polandia menegaskan, setiap aksi tersebut dirancang untuk menggoyahkan trust antara masyarakat Polandia dan Ukraina yang selama ini berdiri bersama menghadapi Rusia. Jaksa menjerat Illia K. dengan dakwaan sabotase dan pengalihan kepentingan atas nama dinas intelijen Rusia, mengacu pada pola operasi yang sebelumnya kerap dikaitkan dengan Moskow.















