Sumbawanews.com,- Pada 22 Juni 2026, sebuah objek tak dikenal terdeteksi mengorbit Bumi, muncul dekat pesawat antariksa rahasia Cina, Shenlong. Pemantauan oleh perusahaan LeoLabs, yang menggunakan jaringan radar di Selandia Baru, mengonfirmasi bahwa objek tersebut tidak terdaftar dalam katalog satelit manapun dan kemudian diidentifikasi dengan tingkat keyakinan tinggi sebagai hasil pelepasan dari Shenlong.
Pengamatan lebih lanjut oleh astronom Jonathan McDowell dari Durham University, Inggris, memperkuat temuan itu. Ia menyatakan bahwa objek tersebut kini dipantau oleh U.S. Space Force dan diduga berupa CubeSat—satelit kecil yang umumnya digunakan sebagai muatan tambahan. Namun, fungsi pastinya tetap menjadi misteri.
Shenlong, yang dijuluki “Naga Ilahi”, adalah pesawat ulang-alik robotik yang dapat digunakan kembali, dirancang untuk mendarat secara horizontal seperti Space Shuttle. Diluncurkan pertama kali pada 2020, wahana ini telah menjalani empat misi. Pada misi kedua (2022–2023), ia pertama kali melepaskan muatan; pada misi ketiga (2023–2024), jumlah objek yang dilepaskan mencapai tujuh. Misi keempatnya, yang dimulai 7 Februari 2026 dari Pusat Peluncuran Jiuquan di Gurun Gobi, masih berlangsung hingga kini.
Pemerintah Cina belum pernah mengungkap secara resmi desain, ukuran, maupun tujuan operasional Shenlong. Spekulasi di kalangan pakar antariksa mengarah pada dua kemungkinan utama: pertama, bahwa objek-objek itu digunakan sebagai target latihan manuver untuk operasi pendekatan dan pertemuan di orbit—keterampilan krusial untuk misi perbaikan satelit atau penjemputan muatan. Kedua, ada dugaan kuat bahwa objek tersebut bisa menjadi senjata anti-satelit atau satelit pengintai, meskipun belum ada bukti bahwa Shenlong pernah digunakan untuk merusak atau mengganggu wahana asing.
Dengan setiap misinya, Shenlong semakin memperdalam misteri di luar angkasa—wahana yang bergerak dalam bayang-bayang, melepaskan rahasia tanpa pernah menjelaskan maknanya.















