Sumbawanews.com,- Pada Sabtu, 5 September 2026, Persija Jakarta bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, untuk menghadapi Borneo FC dalam laga pembuka Super League 2026/2027, kick-off pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi ujian berat bagi Macan Kemayoran yang masih terperangkap dalam rekor buruk: delapan pertemuan terakhir melawan Pesut Etam tanpa kemenangan, termasuk lima laga terakhir yang berakhir tanpa kekalahan bagi Borneo FC—tiga menang dan dua imbang. Meski Persija finis di peringkat tiga dan Borneo FC runner-up pada musim lalu, catatan head-to-head menjadi beban psikologis yang harus diatasi sebelum laga dimulai.
Borneo FC tampil percaya diri di kandang, didukung suporter yang diprediksi akan membangkitkan semangat agresif sejak menit awal. Dalam lima pertemuan terakhir, tim asal Kalimantan itu mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan lima kali dari Persija, menunjukkan dominasi taktis dan produktivitas yang konsisten. Sementara itu, Persija datang dengan modal positif dari kemenangan telak 4-0 atas Brisbane Roar dalam laga pramusim, yang menandai potensi lini serang yang mematikan—terutama dengan kehadiran striker asal Swedia, Alexander Jeremejeff, yang diharapkan menjadi mesin gol baru.
Namun, kekuatan Persija terganggu oleh sejumlah cedera. Pratama Arhan masih dalam pemulihan pascaoperasi jari tangan, Andritany Ardhiyasa terkendala cedera betis, sementara Eksel Runtukahu, Dony Tri Pamungkas, dan Kwon Chang-hoon juga belum siap tampil. Pelatih Shin Tae-yong harus menyusun komposisi terbaik dengan sumber daya terbatas, terutama di lini belakang yang kehilangan keandalan.
Pertandingan ini juga menyajikan narasi personal yang menarik. Nadeo Argawinata, kiper utama Persija, akan menghadapi mantan klubnya, Borneo FC, setelah pindah musim lalu. Di sisi lain, Aditya Warman, Ibraj Ohorella, dan Van Basty Sousa—yang pernah bermain untuk Persija—kini membela Borneo FC melalui status pinjaman, menambah dimensi emosional di atas lapangan.
Prediksi susunan pemain menunjukkan Borneo FC kemungkinan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Kadu di gawang, Gavin Kwan, Christian, Komang Teguh, dan Reva Adi di belakang, Rivaldo dan Njabulo sebagai gelandang bertahan, Juan Vila, Varanda, dan Astina di lini tengah, serta Diarra sebagai penyerang tunggal. Sementara Persija diprediksi bermain dengan skema tiga bek: Nadeo Argawinata di bawah mistar, didukung Radovan Pankov, Rizky Ridho, dan Dennis Kolinger, dengan Kerim Memija dan Rio Fahmi di sayap, serta Fabio Calonego dan Stjepan Lončar mengatur tempo di tengah.
Dengan segala beban rekor dan tantangan personal, laga ini bukan sekadar pembuka musim—tapi momen krusial bagi Persija untuk memutus siklus kekalahan dan membuktikan bahwa mereka mampu bangkit di tanah lawan.















