Sumbawanews.com,- Pada laga pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 12 September 2026, Persija Jakarta menang 2-1 atas Persib Bandung setelah mencetak gol penentu di masa tambahan waktu. Pelatih Shin Tae-yong membuat keputusan tak biasa dengan menempatkan Kyohei Yoshino sebagai bek kanan, meski pemain asal Jepang itu biasa bermain di posisi gelandang tengah. Keputusan ini menjadi bagian dari skema tiga bek yang diterapkan Persija untuk menahan tekanan Persib, sekaligus memanfaatkan kemampuan bertahan Kyohei yang dinilai lebih stabil ketimbang kontribusinya di serangan.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa pilihan itu didasarkan pada kebutuhan keseimbangan pertahanan. “Kyohei adalah pemain berkemampuan baik dengan banyak pengalaman di J-League. Dia memiliki fleksibilitas untuk mengisi posisi bek kanan, bek tengah, atau gelandang bertahan,” ujarnya usai laga. Dalam formasi itu, Kyohei berdiri di belakang lini tengah bersama Kerim Memija di sisi kiri, sementara Fabio Calonego dan Stjepan Loncar mengisi zona tengah. Strategi ini berhasil membatasi serangan Persib di babak pertama, di mana Persija menguasai 59 persen penguasaan bola dan mencatat dua tembakan tepat sasaran, sementara Maung Bandung belum mampu melepaskan tembakan mengarah ke gawang.
Persija membuka keunggulan pada menit ke-41 lewat Alexander Jeremejeff, yang memanfaatkan umpan dari Denis Kolinger. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Setelah jeda, Persib meningkatkan tekanan dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Balsa Sekulic pada menit ke-81. Persija sempat kehilangan Rizky Ridho pada menit ke-79, digantikan Jordi Amat, namun baru dua menit berselang, gol penyama kedudukan Persib tercipta. Tapi, ketahanan tim tuan rumah tak goyah. Di masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+5, striker baru Persija, Ivan Mamut, mencetak gol kemenangan lewat sundulan yang menentukan skor akhir 2-1.
Dukungan 58.961 Jakmania yang memenuhi SUGBK menjadi faktor psikologis penting, seperti diakui Denis Kolinger dan Shin Tae-yong. Kemenangan ini tidak hanya mengangkat posisi Persija di klasemen, tetapi juga membuktikan keberanian strategi Shin Tae-yong dalam memanfaatkan keluwesan pemain di bawah sistem tiga bek.















