Sumbawanews.com,- Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengungkapkan kekhawatirannya atas jadwal pertandingan yang sangat padat bagi timnya dalam rentang hanya 10 hari. Persib akan memulai musim dengan laga kandang melawan PSM Makassar pada Minggu, 6 September, lalu langsung bertandang ke markas Persija pada Sabtu, 12 September. Sehari setelah itu, tim asuhan Igor Tolic terbang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul dalam laga pembuka AFC Champions League Two pada Rabu, 16 September, dan tanpa kembali ke Bandung, mereka langsung bertandang ke Jepara untuk menghadapi Persijap pada Minggu, 20 September.
“Pulang dari Korea Selatan kami langsung ke Jepara. Jadi tidak pulang dulu ke Bandung. Nah, itu juga sangat capek ya, sangat lelah,” kata Umuh, yang kerap disapa Wak Haji Umuh. Ia menilai, jadwal semacam ini tidak layak diberikan kepada tim yang membawa nama Indonesia di kancah Asia. Menurutnya, PSSI seharusnya lebih proaktif dalam mengatur jeda antarpertandingan, terutama ketika tim harus melakukan perjalanan jauh ke luar negeri.
“Seharusnya ada spare waktu, dikasihlah dua hari minimal, supaya pemain normal karena perjalanan ke Korea Selatan itu pasti sangat lelah,” ujarnya. Umuh khawatir tekanan fisik akibat jadwal yang terlalu rapat akan meningkatkan risiko cedera pada para pemain, yang berpotensi merugikan performa tim di semua kompetisi sekaligus mengancam reputasi sepak bola Indonesia di level kontinental.















