Sumbawanews.com,- Setelah meraih gelar juara Super League 2025/2026, Persib Bandung langsung memulai fase rekonstruksi besar-besaran dengan melepas lima pemain inti dan berpotensi kehilangan empat lagi menjelang musim 2026/2027. Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) resmi mengumumkan kepergian kiper Adam Przybek, bek Federico Barba, penyerang Sergio Castel, dan mantan pemain Paris Saint-Germain Layvin Kurzawa — semua legiun asing yang menjadi tulang punggung tim musim lalu. Di samping itu, bek nasional Alfeandra Dewangga juga dipastikan hengkang meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, dengan kabar kuat ia akan bergabung ke Arema FC.
Perombakan ini bukan sekadar pergantian wajah, tapi sinyal strategis dari manajemen yang ingin membangun ulang tim dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi finansial. Dewangga, yang sempat menjadi andalan di lini belakang, menjadi sorotan karena kepergiannya dianggap tak wajar mengingat usianya yang masih muda dan kontraknya yang belum habis. Sumber internal menyebut keputusan itu terkait dengan minat besar dari Arema yang menawarkan peran lebih besar dan komitmen jangka panjang.
Tapi perangkat perubahan belum berhenti. Empat nama lain kini berada di ambang kepergian. Penyerang andalan Andrew Jung, yang mencetak 16 gol dalam satu musim, menjadi incaran klub Thailand, Port FC, meski kontraknya masih berlaku hingga Mei 2027. Striker asing Ramon Tanque juga dikaitkan dengan minat dari Persita Tangerang dan klub-klub di Liga Kamboja, sementara bek Argentina Patricio Matricardi — yang kontraknya berakhir 31 Mei lalu — belum mendapat perpanjangan dan disebut mulai menjajaki peluang di Lion City Sailors, Singapura.
Yang paling mengkhawatirkan bagi suporter adalah nasib gelandang muda Robi Darwis. Pemain asal Cianjur ini belum menandatangani kontrak baru setelah masa baktinya berakhir akhir Mei, dan kabarnya Arema telah mengajukan tawaran konkret yang menjanjikan menit bermain lebih banyak. Dengan kepergian empat pemain utama dan empat lainnya yang hampir pasti pergi, skuad juara Persib kini terancam kehilangan hampir separuh inti timnya dalam waktu singkat.
Manajemen belum memberi pernyataan resmi soal rencana penggantian, tetapi indikasi awal menunjukkan fokus pada pemain lokal berbakat dan pemain asing berbiaya rendah namun berpengalaman. Beberapa nama calon rekrutan mulai bermunculan, termasuk eks pemain timnas Bosnia-Herzegovina yang dikabarkan menjadi prioritas utama. Sementara itu, pelatih dan staf teknis tengah mempercepat proses seleksi demi memastikan tim tetap kompetitif di tengah kekacauan transfer.
Persib, yang dulu dikenal sebagai klub dengan loyalitas tinggi terhadap pemain jangka panjang, kini berada di persimpangan: memilih antara mempertahankan identitas atau mengadopsi model bisnis modern yang lebih dinamis. Bagi para Maung Bandung, ini bukan hanya soal kehilangan pemain — tapi soal kehilangan jiwa tim yang selama ini menjadi fondasi kejayaan.















