Home Berita Agama Persiapan Festival Muharram 2026 Dimatangkan, Camat Jereweh: Warisan Budaya yang Jadi Daya...

Persiapan Festival Muharram 2026 Dimatangkan, Camat Jereweh: Warisan Budaya yang Jadi Daya Tarik Wisata Religi

Sumbawa Barat , sumbawanews.com – Pemerintah Kecamatan Jereweh bersama Pemerintah Desa Goa menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kesiapan pelaksanaan Festival Muharram 2026 pada Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Desa Goa tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian acara siap dilaksanakan secara maksimal.

Rapat dihadiri langsung oleh Camat Jereweh, H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M. Turut hadir Kapolsek Jereweh yang diwakili Bhabinkamtibmas Desa Goa, Danramil Jereweh yang diwakili Babinsa Desa Goa, Kepala Desa Goa beserta jajaran perangkat desa, para Ketua RT se-Desa Goa, serta seluruh panitia penyelenggara Festival Muharram 2026.

Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur yang terlibat dalam persiapan festival tersebut. Menurutnya, rapat evaluasi menjadi langkah penting untuk mengukur kesiapan panitia sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul menjelang pelaksanaan kegiatan.

“Rapat evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan panitia di lapangan. Kita ingin memastikan seluruh aspek teknis dan nonteknis dapat berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan Festival Muharram 2026 berlangsung sukses,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Jereweh, H. Abdul Muthalib, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Goa dan masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan tradisi tahunan tersebut. Ia menilai Festival Muharram telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial keagamaan.

“Festival ini lahir dari akar budaya dan tradisi masyarakat Goa dan Jereweh yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kini, melalui kemasan yang lebih kreatif dan menarik, Festival Muharram telah bertransformasi menjadi salah satu daya tarik wisata religi yang membanggakan. Bahkan, kegiatan ini telah masuk dalam kalender event resmi Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Camat menegaskan bahwa Festival Muharram harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menggerakkan perekonomian desa. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Selain memiliki nilai religi, seni, dan budaya yang kuat, festival ini juga harus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. UMKM dan BUMDes harus mengambil peran sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Festival Muharram 2026, Abdul Wahid, SE, meminta seluruh anggota panitia untuk bekerja maksimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Saya berharap seluruh panitia dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Persiapan harus dilakukan secara detail dan matang agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mampu meminimalkan potensi kendala yang dapat menghambat pelaksanaan festival,” katanya.

Usai sesi sambutan, rapat dilanjutkan dengan pemaparan progres dari masing-masing seksi kepanitiaan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menyisir berbagai kebutuhan teknis sekaligus mencari solusi terhadap potensi hambatan yang mungkin muncul sebelum pelaksanaan Festival Muharram 2026.

Melalui koordinasi yang intensif antara pemerintah, panitia, dan masyarakat, Festival Muharram 2026 diharapkan dapat berlangsung sukses serta semakin mengukuhkan Desa Goa sebagai salah satu pusat kegiatan budaya dan wisata religi di Kabupaten Sumbawa Barat.

Previous articleMahasiswa Dilarang Demo di HI, Polisi Arahkan ke DPR
Next articleDudung KSP: Jangan Samakan Kritik dengan Adu Domba
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.