Sumbawanews.com,- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkap alasan mendasar di balik keputusan mendatangkan Yusuf Meilana dari Persik Kediri: kebutuhan akan pemain serba bisa yang mampu menutupi celah strategis di tengah musim yang penuh tekanan. Pemain berusia 28 tahun itu resmi bergabung dengan kontrak satu musim, menyusul upaya Bajol Ijo membangun kedalaman skuad menjelang kompetisi Super League 2026-2027.
Dalam wawancara eksklusif di kantor klub, Tavares menjelaskan bahwa musim lalu tim kerap terjebak dalam situasi krisis akibat cedera, akumulasi kartu, atau performa tidak stabil di posisi tertentu. “Kami tidak bisa lagi mengandalkan adaptasi dadakan. Butuh pemain yang bisa bermain di beberapa lini belakang—bek kiri, bek kanan, bahkan sebagai full-back ofensif—tanpa mengurangi kualitas pertahanan,” ujarnya.
Yusuf Meilana, yang dikenal lincah, disiplin secara taktis, dan mampu membantu serangan dari sisi sayap, dinilai Tavares sebagai jawaban ideal. Pemain yang pernah menjadi andalan Persik Kediri di musim sebelumnya itu bukan sekadar tambahan kuantitas, melainkan solusi kualitatif untuk memperkuat ketahanan tim di masa-masa kritis.
Keputusan ini juga menjadi bagian dari filosofi pelatih asal Portugal itu yang menekankan fleksibilitas di atas rigiditas posisi. “Di level tertinggi, pemain yang hanya bisa bermain di satu posisi sudah tidak cukup. Kami mencari individu yang bisa membaca permainan, bergerak dinamis, dan memenuhi peran apa pun yang dibutuhkan tim,” tambahnya.
Kedatangan Yusuf menyusul rekrutmen strategis lain seperti Ricky Pratama, yang juga digaet atas pertimbangan taktis serupa. Ini menunjukkan bahwa manajemen dan pelatih kini bergerak secara sistematis, bukan reaktif, dalam membangun tim yang siap menghadapi tantangan panjang Super League.
Dengan kehadirannya, Yusuf tidak hanya diharapkan menjadi pengganti, tetapi juga penguat—sebuah aset yang bisa mengubah dinamika permainan saat tim kehilangan pilar utama. Bagi Persebaya, ini bukan sekadar transfer biasa, melainkan langkah cerdas untuk membangun tim yang tangguh, adaptif, dan siap bertahan di puncak kompetisi.















