Sumbawanews.com,- Kantor Informasi Tahanan Palestina mengungkap bahwa 99 tahanan perempuan di Penjara Damon mengalami penindasan sistematis dan pengabaian medis yang parah. Di antara mereka, tiga wanita hamil—Amina Shaher Al-Tawil, Dana Anad Joudeh, dan Manar Ibrahim Karajah—menjalani kehamilan tanpa perawatan memadai, sementara tahanan lain seperti Fidaa Assaf yang menderita leukemia, Suhair Za’aqiq dengan kanker, dan Abeer Odeh yang kehilangan 25 persen kerongkongan serta sebagian ususnya, juga terus ditolak akses pengobatan. Fatimah Yusuf yang menderita hepatitis, serta tahanan lanjut usia Salwa Ghawadra yang mengalami gejala Alzheimer, pun dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. Dua remaja perempuan di bawah umur, Ola Qteishat dan Nada Bani Odeh, masih ditahan terpisah, sementara tiga tahanan—Shireen Hamamreh, Nidaa Qatamesh, dan Aya Fuqaha—terus diisolasi secara bergiliran setiap minggu untuk memecah semangat mereka. Selama April hingga Juni 2026, pihak penjara melakukan 30 operasi penindasan, termasuk yang paling kejam pada 13 Mei, menunjukkan eskalasi kekerasan terhadap tahanan perempuan. Kantor tersebut menyerukan tindakan segera dari komunitas internasional untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia ini.
Home Berita Internasional Perempuan Palestina Alami Penindasan dan Pengabaian Medis di Penjara Israel














