Sumbawanews.com,- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta aparat keamanan memperkuat pengawalan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di Papua, menyusul penembakan terhadap tiga ASN asal Nusa Tenggara Timur oleh kelompok bersenjata di Jayawijaya. Tito menegaskan bahwa klaim kelompok bersenjata bahwa korban adalah agen intelijen hanyalah alasan yang sengaja dibuat untuk membenarkan kekerasan. Ia menilai aksi tersebut bertujuan menanamkan rasa takut di masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kerja sama Polri, TNI, dan intelijen dalam memantau pergerakan kelompok bersenjata serta menetralisir ancaman agar masyarakat dan ASN dapat beraktivitas tanpa rasa cemas.















