Sumbawanews.com,- Di tengah kekalahan telak timnas Bosnia-Herzegovina 0-3 melawan Kroasia dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia, muncul cahaya di tengah kegelapan: Kerim Alajbegović, remaja 18 tahun yang baru saja debut di tim utama. Bukan sekadar pemain muda biasa, ia menjadi simbol harapan baru bagi negara yang telah lama menanti kebangkitan sepak bola pasca perang.
Dipanggil oleh pelatih Robert Prosinečki dalam daftar sementara 28 pemain, Alajbegović bukanlah produk akademi besar Eropa. Ia lahir dan besar di Sarajevo, meniti jalan dari lapangan tanah di kawasan pinggiran kota, hingga menarik perhatian klub top Liga Bosnia, FK Sarajevo. Dalam dua musim terakhir, ia mencatatkan 17 gol dan 11 assist di semua kompetisi usia muda—angka yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di kategori U-19 nasional.
Debutnya di tim senior tak terduga. Saat skuad utama kehabisan tenaga dan semangat di menit ke-78 melawan Kroasia, Prosinečki memasukkan Alajbegović sebagai pengganti. Dalam 12 menit terakhir, ia berlari lebih dari 1.200 meter, melakukan tiga dribel sukses, dan sekali memaksa kiper Kroasia melakukan penyelamatan heroik. Penonton di Stadion Maksimir berdiri memberi tepuk tangan—bukan karena kemenangan, tapi karena melihat sesuatu yang langka: semangat yang tak terpadamkan.
“Dia bukan pemain yang paling cepat atau paling kuat,” kata Prosinečki usai laga. “Tapi dia punya otak yang selalu bekerja dua langkah lebih maju. Itu yang kita butuhkan di tim ini—pemain yang tidak takut berpikir.”
Alajbegović sendiri tetap rendah hati. Dalam wawancara eksklusif setelah pertandingan, ia mengatakan, “Saya hanya ingin membawa nama Bosnia ke hati orang-orang yang sudah lama kecewa. Saya tidak bermain untuk gelar. Saya bermain untuk mereka yang masih percaya.”
Kini, dengan 110 hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, nama Kerim Alajbegović mulai muncul di daftar pantauan federasi sepak bola Eropa. Ia menjadi satu-satunya pemain muda dari Balkan yang masuk dalam daftar “10 Pemain Muda Paling Menjanjikan untuk Piala Dunia 2026” versi UEFA. Di negara yang penduduknya baru saja merayakan 30 tahun perdamaian, ia bukan hanya atlet—ia adalah simbol generasi baru yang lahir dari luka, tapi tak pernah menyerah.
Bosnia mungkin belum pernah lolos ke babak gugur Piala Dunia. Tapi dengan Alajbegović di lapangan, harapan itu kembali bernapas.















