Home Berita Internasional Pelajar Prancis Kehilangan Tangan Akibat Granat Polisi saat Protes Pendidikan

Pelajar Prancis Kehilangan Tangan Akibat Granat Polisi saat Protes Pendidikan

Sumbawanews.com,- Seorang pelajar berusia 15 tahun kehilangan satu tangannya setelah mengambil granat jenis sting-ball yang ditembakkan aparat keamanan selama aksi protes di kota Lens, Prancis, pada Senin (5/10/2026). Insiden itu terjadi di tengah gelombang demonstrasi pelajar yang memblokade ratusan sekolah menengah di seluruh negeri untuk memprotes kondisi pendidikan yang buruk, termasuk kekurangan guru, jadwal pelajaran padat, ruang kelas rusak, dan bangunan yang tak mampu menahan suhu meningkat. Remaja tersebut menjalani perawatan di rumah sakit Lille, dan prefek wilayah Pas-de-Calais, Francois-Xavier Lauch, menyatakan kondisinya sudah tidak dalam bahaya.

Aksi protes yang dimulai sejak 17 September di Creteil, pinggiran Paris, telah meluas ke berbagai wilayah dan memicu pembakaran serta perusakan terhadap 24 sekolah. Lebih dari 400 sekolah menengah ditutup sebagian atau seluruhnya pada hari insiden, sementara lebih dari 5.000 orang ditangkap—87 persen di antaranya masih di bawah umur. Pemerintah menuduh kelompok kiri garis keras mengambil alih gerakan, sementara Liga Hak Asasi Manusia Prancis mengecam penggunaan kekuatan tidak proporsional terhadap demonstran remaja. Sedikitnya enam penyelidikan internal telah dibuka terkait dugaan kekerasan oleh polisi. Protes ini berlangsung menjelang pemilu 2027 yang akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron.

Previous articleKevin Diks Raih Gelar Pertama Bersama Timnas Indonesia di Ulang Tahun ke-30
Next articleDPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember