Sumbawanews.com,- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Pekanbaru melalui sinergi strategis antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kunjungannya ke ibu kota Riau itu bukan sekadar silaturahmi, tapi langkah konkret untuk mendorong solusi nyata atas kebutuhan mendesak warga.
Dalam pertemuan dengan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, dan jajaran OPD, Andre menyebut sejumlah program yang langsung ditindaklanjuti. Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan menyediakan komputer untuk SD Negeri 168 Pekanbaru, sementara Bank Mandiri berkomitmen memasang videotron di titik-titik strategis kota. Di sisi lain, revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) juga dijamin akan didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PHR.
Namun, fokus utama Andre adalah memperluas akses pembiayaan infrastruktur di luar anggaran daerah. Ia mengajak Pemkot Pekanbaru memanfaatkan skema KPBU—model yang telah sukses diterapkan di Sumatera Barat, seperti pembangunan Flyover Sitinjau Lauik senilai Rp2,8 triliun yang dikerjakan PT Hutama Karya. “Pembangunan tidak harus menunggu APBD penuh. Dengan perencanaan matang dan komunikasi kuat, instrumen seperti KPBU bisa menjadi pintu gerbang percepatan,” ujarnya.
Andre yang dikenal aktif mengawal proyek strategis di Sumatera, membagikan pengalaman suksesnya dalam memperjuangkan dana rehabilitasi pascabencana, pembangunan jalan daerah, SPAM, stadion, hingga rencana jalur kereta api baru. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya pada anggaran, tapi pada kemauan pemimpin daerah untuk proaktif menjalin hubungan dengan pemerintah pusat dan BUMN.
Wali Kota Agung Nugroho mengapresiasi kehadiran Andre yang dinilainya bukan sekadar simbolis. “Beliau tidak hanya datang, tapi langsung menghubungi pihak terkait. Ruang kelas, WC, dan komputer untuk sekolah—semua langsung diproses. Bahkan soal lahan masjid yang sempat jadi hambatan, beliau koordinasikan langsung dengan PTPN IV Regional III,” ujar Agung.
Agung menambahkan, respons cepat Andre terhadap keluhan warga—mulai dari jalan rusak hingga banjir—menjadikannya sosok yang langka di tingkat nasional. “Pemimpin seperti ini harus didukung. Bukan hanya karena jabatannya, tapi karena tindakannya yang berdampak nyata.”
Di akhir pertemuan, Andre menegaskan bahwa DPR hadir bukan hanya untuk mengawasi, tapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan daerah dan sumber daya nasional. “Kami di Senayan siap jadi mitra kerja, bukan penghalang. Yang dibutuhkan daerah adalah kemauan, bukan hanya harapan.”
Sinergi antara Pemkot Pekanbaru, BUMN, dan skema KPBU kini menjadi titik awal baru dalam upaya menjadikan kota ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Sumatera. Dengan dukungan yang terus mengalir, Pekanbaru tak lagi hanya menunggu anggaran—tapi membangun masa depan bersama.















