Home Berita Nasional Pegawai MBG Turun ke Jalan Dukung Program Pangan Presiden

Pegawai MBG Turun ke Jalan Dukung Program Pangan Presiden

Sumbawanews.com,- Ribuan pegawai dapur makan bergizi gratis (MBG) dari 18 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jakarta Timur turun ke jalan mendukung program pangan presiden Prabowo Subianto dalam unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional, Senin, 22 Juni 2026. Aksi yang diinisiasi secara mandiri oleh para pekerja lapangan itu berlangsung damai, dengan peserta mengenakan baju putih-putih dan membawa poster bertuliskan “MBG untuk Anak Bangsa” dan “Jangan Hentikan Makanan Bergizi”.

Salah satu koordinator aksi, Mai Aldi, asisten lapangan SPPG Jatinegara 02, mengatakan seluruh 47 pegawai di unitnya ikut serta tanpa instruksi dari pengelola atau yayasan. “Ini murni inisiatif kami. Kami khawatir program ini dihentikan setelah muncul isu korupsi di Badan Gizi Nasional,” ujarnya di lokasi. Untuk membiayai kebutuhan aksi—mulai dari konsumsi, poster, hingga transportasi—para pegawai bersepakat patungan Rp20 ribu per orang.

Aldi menambahkan, koordinasi dengan SPPG lain di Jakarta Timur berhasil menghimpun sekitar 400 orang yang berangkat ke Monas. Mereka bukanlah bagian dari organisasi politik atau gerakan massa besar, melainkan pekerja lapangan yang merasakan langsung dampak program MBG bagi anak-anak sekolah dan keluarga kurang mampu. “Kami bukan demonstran, tapi ibu-ibu, juru masak, dan petugas gizi yang ingin anak-anak tetap makan sehat,” katanya.

Aksi ini muncul sebagai respons terhadap gelombang protes sebelumnya yang menolak MBG. Pada 18 Juni, Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi di Bundaran HI dengan tuntutan menghentikan program MBG, menyebutnya sebagai “proyek politik”. Sementara itu, aliansi mahasiswa pada 12 Juni juga menyerukan pembubaran MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, dengan narasi bahwa program ini tidak menyelesaikan akar masalah kemiskinan.

Namun, bagi para pegawai SPPG, MBG bukan sekadar kebijakan publik—ia adalah sumber nafkah, kebanggaan, dan harapan. Di banyak titik, dapur-dapur SPPG menjadi satu-satunya sumber makanan bergizi bagi anak-anak dari keluarga tak mampu. “Kalau MBG berhenti, siapa yang akan memberi makan anak-anak itu?” tanya seorang ibu yang bekerja di SPPG Cipinang, sambil menunjuk poster yang menampilkan foto anak-anak sekolah sedang makan siang.

Aksi berlangsung sejak siang hingga sore, tanpa insiden. Massa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan pernyataan singkat kepada media. Tak ada tuntutan politik, tak ada bendera partai—hanya kekhawatiran nyata dari mereka yang hidup di garis depan program pangan nasional.

Sementara itu, pemerintah hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terhadap aksi ini. Namun, sumber di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, evaluasi terhadap MBG masih berjalan, termasuk penyelidikan KPK atas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional. “Kami sedang menunggu hasilnya,” ujar seorang pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya.

Bagi para pegawai SPPG, yang mereka minta sederhana: jangan hentikan makanan yang sudah mereka masak, jangan hentikan harapan yang sudah mereka berikan.

Previous articleIran Pertahankan Dialog dengan AS Meski Diancam Trump
Next articleGaruda PUBG Mobile Raih Tiket Asian Games 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik