Home Berita Nasional Pegadaian Jadi Satu-Satunya Penyedia Emas Fisik untuk ETF Emas di Indonesia

Pegadaian Jadi Satu-Satunya Penyedia Emas Fisik untuk ETF Emas di Indonesia

Sumbawanews.com,- Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan pada 10 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Instrumen investasi ini tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), menandai terbentuknya ekosistem baru yang menghubungkan industri bullion dengan pasar modal. Pegadaian ditunjuk sebagai satu-satunya Bullion Bank dan penyedia aset dasar ETF Emas melalui Electronic Gold Receipt (EGR), bukan sebagai penerbit produk ETF.

EGR merupakan bukti kepemilikan emas fisik dalam bentuk digital, di mana 1 gram emas setara dengan 1.000 EGR. Emas fisik yang menjadi dasar EGR disimpan di vault berstandar internasional Pegadaian, dengan rekonsiliasi berkala sesuai POJK 17/2024 dan POJK 2/2026, serta didukung audit internal dan eksternal. Peran Pegadaian sebagai underlying provider didasarkan pada infrastruktur dan regulasi yang matang, ditunjang jaringan kerja sama dengan produsen emas nasional bersertifikasi SNI 99,99 persen yang telah berjalan ratusan tahun.

Peluncuran ETF Emas merupakan hasil kolaborasi panjang antara BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan berbagai pelaku pasar modal. Pada 2024, inisiatif pembentukan ETF Emas dimulai, diikuti penandatanganan nota kesepahaman antara Pegadaian dan KSEI pada 2025. Produk ini juga telah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VII/2025, menjadikannya alternatif investasi yang halal, terutama bagi kalangan masyarakat luas.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan bahwa kehadiran ETF Emas bukan sekadar penambahan produk, tetapi upaya memperdalam pasar keuangan nasional agar mampu bersaing secara regional dan global. Data menunjukkan, pada 2025 aset global ETF emas mencapai USD 559 miliar dengan volume emas 4.025 ton. Sementara itu, cadangan emas fisik Pegadaian sendiri mencapai 153 ton atau senilai USD 20 miliar—angka yang menempatkan Indonesia dalam posisi strategis di kancah global.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme bahwa ETF Emas akan memperkuat kedalaman sektor keuangan Indonesia. Ia menyoroti perbandingan cadangan emas nasional dengan negara-negara besar: Amerika Serikat USD 200 miliar, China USD 45 miliar, dan India USD 17,5 miliar. Dengan fondasi yang ada, Indonesia berpotensi segera bersaing di level tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, kesiapan produk ini telah melalui berbagai tahap regulasi dan syariah, menjadikannya produk yang aman, transparan, dan inklusif. Dengan peran sentral Pegadaian sebagai penyedia emas fisik, peluncuran ETF Emas menjadi tonggak sejarah dalam membangun ekosistem investasi emas yang terintegrasi, terbuka, dan mudah diakses masyarakat melalui bursa saham.

Previous articleFitur Email Bisnis Ini Tingkatkan Efisiensi Tim Kerja
Next articleRibuan Personel Dan Alutsista Paspampres Siap Amankan Rangkaian Hut Ke-81 RI