Home Berita Nasional Pecah Kaca, Rp520 Juta Raib

Pecah Kaca, Rp520 Juta Raib

Sumbawanews.com,- Polda Sumatera Selatan menangkap dua pelaku pencurian uang tunai senilai Rp520 juta dengan modus memecahkan kaca mobil di area perbankan. Aksi berdarah itu terjadi di salah satu kantor bank swasta di Sekayu, Musi Banyuasin, ketika korban berinisial BH (24) meninggalkan uang hasil transaksi di dalam kendaraan sementara ia kembali ke dalam gedung untuk menyelesaikan prosedur administrasi.

Tim Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, dipimpin Direktur Kombes Johannes Bangun, mengungkap bahwa pelaku telah mengawasi pergerakan korban selama beberapa waktu. Mereka memilih momen tepat saat korban tidak berada di samping mobil, lalu dengan alat khusus pemecah kaca yang dibeli secara daring, salah satu pelaku—berinisial ZS (31)—langsung menghancurkan jendela dan mengambil seluruh uang tunai dalam hitungan detik.

Dari hasil penyelidikan, diketahui ada empat orang terlibat dalam jaringan ini. ZS bertindak sebagai eksekutor lapangan, sementara dua lainnya, AK (32) dan AS (30), masih dalam daftar pencarian orang (DPO) dan hingga kini belum tertangkap. Satu pelaku lagi, FF (26), ternyata sedang menjalani proses hukum di Rutan Musi Banyuasin atas kasus lain yang belum terkait.

ZS berhasil ditangkap pada Kamis, 11 Juni 2026, di Palembang. Ia diketahui menerima bagian sebesar Rp119 juta dari hasil pencurian. Polisi menyatakan, seluruh uang yang dicuri belum ditemukan, dan penyidik terus mengembangkan kasus ini untuk menangkap dua pelaku yang masih buron serta mengungkap kemungkinan keterkaitan mereka dengan serangkaian kejahatan serupa di wilayah lain.

Pelaku sengaja memilih lokasi perbankan karena mengetahui banyak nasabah membawa uang tunai dalam jumlah besar, terutama setelah transaksi besar atau pencairan gaji. Mereka juga memanfaatkan waktu sibuk di siang hari agar aksi mereka tidak terlalu mencolok.

Atas perbuatannya, ZS dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan uang tunai dalam kendaraan, terutama di tempat umum, dan selalu memastikan kunci mobil terkunci rapat—bahkan saat hanya meninggalkan mobil sebentar.

“Modus ini semakin canggih. Pelaku tidak lagi nekat, tapi terstruktur,” ujar Johannes. “Mereka bukan hanya pencuri, tapi tim operasional yang memanfaatkan teknologi dan pengamatan mendalam.”

Saat ini, tim gabungan terus memantau titik-titik rawan pencurian di sekitar kantor bank dan pusat perbelanjaan. Polisi juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar kendaraan yang diparkir.

Previous articleJepang Tahan Belanda 2-2, Fans Berpesta di Seluruh Asia
Next articleDendam Tetangga Berujung Tragedi di Kemayoran
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.