Home Berita Internasional Pangeran Abdul Mateen Resmi Jadi Menlu Brunei

Pangeran Abdul Mateen Resmi Jadi Menlu Brunei

Sumbawanews.com,- Bandar Seri Begawan — Sultan Hassanal Bolkiah secara resmi menunjuk Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam dalam reshuffle kabinet besar-besaran yang diumumkan pada Sabtu, 7 Juni 2026. Penunjukan ini menandai peralihan strategis kekuasaan diplomatik dari sang sultan, yang selama ini memegang jabatan tersebut secara langsung, kepada putranya yang dikenal luas sebagai figur kerajaan paling populer di Asia Tenggara.

Pangeran Abdul Mateen, yang berusia 34 tahun, menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati Sultan sendiri, sebuah langkah yang dianggap sebagai sinyal kuat regenerasi kepemimpinan di kesultanan kaya minyak itu. Selain sebagai Menlu, reshuffle ini juga menempatkan putra kedua Sultan, Pangeran Abdul Malik, sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri—jabatan pertamanya dalam kabinet.

Meski menyerahkan urusan luar negeri, Sultan Hassanal tetap mempertahankan tiga posisi kunci: Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan. Sementara itu, pewaris takhta, Al-Muhtadee Billah, tetap menjabat sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri, menegaskan stabilitas garis suksesi.

Penunjukan Abdul Mateen menarik perhatian global bukan hanya karena jabatannya, tetapi juga karena profilnya yang unik. Ia dikenal sebagai atlet polo berprestasi, sosok yang aktif di media sosial dengan jutaan pengikut, dan salah satu anggota keluarga kerajaan paling terbuka di kawasan. Kehadirannya di garis depan diplomasi Brunei diharapkan dapat memperkuat citra negara di panggung internasional, sekaligus menarik minat investasi dan kerja sama lintas sektor.

Reshuffle ini juga mencatat sejarah baru: jumlah perempuan di jajaran kabinet mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Brunei, dengan pengangkatan satu menteri pendidikan dan tiga wakil menteri perempuan. Selain itu, Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata direstrukturisasi menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri—langkah yang bertujuan mempercepat diversifikasi ekonomi di tengah ketergantungan pada ekspor minyak dan gas.

Brunei, yang baru saja menikmati lonjakan pendapatan dari harga energi global, menghadapi tekanan baru akibat meningkatnya subsidi energi domestik. Pemerintah pun membentuk tim khusus untuk memantau dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas pasokan energi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Dengan Pangeran Abdul Mateen di kursi Menlu, Brunei tampaknya siap memainkan peran lebih dinamis di kancah diplomasi—bukan hanya sebagai negara kaya, tetapi sebagai aktor yang mampu berbicara dengan suara yang lebih modern, terbuka, dan relevan di era baru.

Previous articleWNA AS Dideportasi Usai Buron 15 Tahun
Next articleAS Pertimbangkan Aset Iran untuk Rehabilitasi Sekutu Teluk
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.