Sumbawanews.com,- Korban tewas akibat banjir bandang di Nepal mencapai 475 orang, dengan hampir 1.500 orang dinyatakan hilang, sebagian besar di wilayah perbatasan dengan Tibet. Pemerintah Nepal menolak tawaran bantuan tim pencarian dan penyelamatan dari negara-negara asing, termasuk India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh, dengan alasan aparat keamanan dalam negeri masih mampu mengelola operasi penyelamatan. Alih-alih menerima tim SAR, Nepal meminta bantuan keuangan yang disalurkan melalui satu saluran resmi, yaitu Dana Bantuan Bencana Perdana Menteri. Keputusan ini didasarkan pada pengalaman buruk saat gempa 2015, ketika koordinasi tim asing di lapangan berjalan kacau, serta rekomendasi dari Angkatan Darat dan Kepolisian Nepal. Kementerian Luar Negeri Nepal juga membentuk Tim Tanggap Darurat untuk membantu warga negara asing yang terdampak, termasuk 517 warga asing yang hilang di sisi Nepal. Banjir bandang dipicu oleh runtuhnya gletser di Pegunungan Himalaya pada 26 Agustus 2026, yang memicu arus lumpur, batu, dan puing menghancurkan desa, jembatan, dan pembangkit listrik di jalur Kathmandu-Lhasa.
Home Berita Internasional Nepal Tolak Tim SAR Asing, Pilih Bantuan Dana untuk Tangani Banjir Bandang















