Sumbawanews.com,- Pemain muda Persib Bandung, Nazriel Alfaro, kembali dipanggil ke Timnas Indonesia U-20 untuk bergabung dalam pemusatan latihan menjelang Kualifikasi AFC U-20 Asian Cup 2027 di Laos. Pemanggilan resmi ini tertuang dalam surat PSSI nomor 4040/AGB/691/VII-2026, ditandatangani Sekjen PSSI Yunus Nusi pada 27 Juli 2026. Bersamanya, rekan satu timnya, Rafi Rasyiq, juga mendapat kesempatan sama. Keduanya akan bergabung dalam dua tahap latihan: pertama di Surakarta dari 2 hingga 16 Agustus 2026, lalu dilanjutkan di Thailand dari 16 hingga 27 Agustus 2026, sebelum bertolak ke Laos untuk pertandingan kualifikasi pada 31 Agustus hingga 6 September 2026.
Nazriel, yang berusia 18 tahun, mengaku senang dan menganggap pemanggilan ini sebagai kesempatan berharga untuk membuktikan kemampuannya. Ia menekankan komitmennya untuk memberikan performa terbaik di setiap sesi latihan dan pertandingan, demi mendukung target tim. Pengalaman bermain di Piala Presiden 2026 bersama Persib, meski tidak selalu menjadi starter, diakui sebagai modal penting yang membangun kepercayaan dirinya. “Alhamdulillah di Piala Presiden Nazriel bisa mendapatkan cukup menit bermain. Tentunya itu bisa menjadi motivasi Nazriel ke depan di Timnas agar lebih semangat lagi,” ujarnya.
Namun, ia tak menutup mata terhadap ketatnya persaingan di tim nasional. Menurut Nazriel, semua pemain yang dipanggil memiliki kualitas tinggi, sehingga ia memilih fokus pada kerja keras dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan pelatih. “Melihat persaingan di Timnas, baik pemain juga bagus. Nazriel juga akan berjuang semaksimal mungkin memberikan performa terbaik di setiap latihan dan di setiap kesempatan yang diberikan sama pelatih,” tegasnya.
Timnas U-20 Indonesia akan bersaing di Grup G bersama Australia, Malaysia, dan tuan rumah Laos. Hanya juara grup yang otomatis lolos ke putaran final, sementara tujuh runner-up terbaik dari delapan grup berhak melaju. Dengan dua wakil Persib di skuad, pelatih Shin Tae-yong memiliki opsi tambahan di lini tengah untuk menghadapi tantangan kualifikasi yang berat.















